Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Maret 2024 | 19.21 WIB

BRIN Ungkap Pemicu Hujan Mengalami Perpanjangan di Jawa

Ilustrasi - Sejumlah pengendara, menerobos lebatnya hujan di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. (FOTO ANTARA/Saiful Bahri/pd/pri) - Image

Ilustrasi - Sejumlah pengendara, menerobos lebatnya hujan di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. (FOTO ANTARA/Saiful Bahri/pd/pri)

JawaPos.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan hujan mengalami perpanjangan di Pulau Jawa dan belum ada tanda-tanda berakhir meski sekarang sudah memasuki bulan Maret, dikutip dari ANTARA.

Periset Iklim dan Atmosfer BRIN Erma Yulihastin melalui akun X yang dikutip di Jakarta, Jumat (1/3), mengatakan hujan persisten yang turun dengan intensitas sedang, bahkan ekstrem di Jawa tidak dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer.

"Selama Februari tidak ada bukti penjalaran kelembapan dari arah timur maupun barat menuju Jawa," ujarnya.

Baca Juga: Dihujat Habis dan Disebut Tidak Komitmen dengan Manchester Unitedf, Marcus Rashford Sebut Kritik Kepadanya Tidak Manusiawi

Erma mengatakan hujan juga tidak terbentuk karena angin skala luas yg umumnya dibentuk dari garis Zona Konvergensi Antar Tropis (ITCZ) atau daerah konvergensi antar-tropis.

Kondisi itu menandakan tidak ada faktor global dan remote forcing yang berperan signifikan dalam pembentukan hujan.

Kemudian penyebab hujan adalah forcing local yang berasal dari memanasnya suhu permukaan laut baik di Laut Jawa maupun Samudra Hindia sebelah selatan Jawa.

Baca Juga: Cetak Rekor! With YOU-th Milik TWICE Jadi Album Pertama Mereka yang Capai 1 Juta Penjualan dalam Minggu Pertama

"Pemanasan suhu permukaan laut berperan penting dalam menciptakan Oceanic Convection System (OCS) yang masif dan akseleratif," kata Erma.

Lebih lanjut dia menyampaikan dalam kondisi angin dari utara yang mengalami penguatan, sistem konveksi yang masif dan terjadi meluas di laut dapat dengan cepat masuk ke darat dan bergabung dengan konveksi di atas darat efek orografis.

Fenomena itulah, kata dia,  yang membuat hujan jadi meluas, bahkan ekstrem.

Konveksi laut dapat terbentuk setiap hari oleh pemanasan suhu muka laut, sehingga menaburkan garam di atas lautan akan memperparah dan mempercepat sistem hujan yang terbentuk di atas laut, sementara hujan telah siap berpindah menuju darat.

Baca Juga: Pakai Dana Pribadi, Survei Ungkap Banyak Karyawan Resah Menanti Kepastian Reimbursement dari Kantor

Erma berpesan untuk memperbaiki sistem drainase, menambah jumlah penampungan air, hingga membuat dan meningkatkan sistem peringatan dini.

"Modifikasi cuaca termasuk bagian dari usaha yang dampaknya di luar kontrol kita," ucapnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore