Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Februari 2024 | 22.10 WIB

Hadir di Forum Global, Kominfo Sebut Akan Perkuat Ekosistem Teknologi AI di Indonesia

Pemerintah Indonesia hadir di forum global terkait AI. (Istimewa). - Image

Pemerintah Indonesia hadir di forum global terkait AI. (Istimewa).

JawaPos.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mendorong penyusunan Tata Kelola Kecerdasan Artifisial atau Artificial Intelligence (AI) Global memperhatikan kepentingan negara Selatan-Selatan atau Global South.
 
Wamenkominfo Nezar Patria menyatakan Indonesia memberikan catatan agar Advisory Body's UNESCO mengedepankan kesetaraan bagi seluruh negara di dunia.
 
"Kita memberikan sejumlah catatan, bahwa Tata Kelola AI Global seyogyanya memperhatikan kepentingan global south (negara Selatan-Selatan)," tuturnya usai menghadiri Ministers’ Closed Consultations on the Interim Report of the UNSG’s High Level Advisory Body's on AI, di Brdo Congress Centre, Slovenia, Minggu (4/2) kemarin.
 
 
Dalam kesempatan tersebut, Nezar juga menyatakan kalau pemerintah Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk merespons penggunaan teknologi AI secara positif dan memperkuat ekosistem AI nasional. 
 
"Misalnya pada sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sektor lain. Sehingga capaian-capaian ini perlu terus kita dukung karena AI akan menjadi benchmark penguasaan teknologi digital dalam 5 sampai 10 tahun mendatang," ujarnya.
 
Nezar menilai perkembangan dan pertumbuhan ekosistem AI membawa dampak yang positif terutama dari sisi penggunaan yang dapat mempermudah dan membantu sektor-sektor strategis. Menurutnya, saat ini kesiapan Indonesia masih dalam tahap pengembangan AI. 
 
Oleh karena itu, Kemenkominfo menurut Nezar tengah mengadopsi model yang sudah dibuat di negara-negara maju.
 
“Sejumlah foundation model kita adopsi bahkan kita juga ikut mengembangkan misalnya Generative AI untuk Natural Language Processing oleh sejumlah startup juga beberapa pemrosesan data dengan menggunakan AI di bidang marketing. Juga sudah terlihat di sektor kesehatan, pertanian dan beberapa sektor lain yang saya kira terus berkembang dan meluas penggunaan AI ini,” tuturnya.
 
 
Nezar mengidentifikasi ada dua pola pengaturan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial. Perbedaan pendekatan itu lebih diwarnai oleh dinamika dari dialog mengenai Tata Kelola AI Global. 
 
“Ada yang mencoba horizontal dimana orientasinya lebih kepada prinsip yang dilakukan dalam pengembangan AI yang diadopsi oleh negara-negara Uni Eropa. Ada juga yang pendekatan vertikal yang langsung kepada sektor-sektor yang dilakukan oleh Amerika dan Tiongkok,” jelasnya. 
 
Saat ini berbagai negara di dunia tengah saling berkompetisi dalam global racing untuk pengembangan AI seperti yang dimotori oleh Amerika dan Tiongkok serta sebagian negara Eropa. 
 
Nezar memastikan bahwa Pemerintah Indonesia akan selalu mendukung pengembangan AI di Indonesia. 
 
"Kominfo dalam hal ini mendukung penuh upaya-upaya pengembangan AI yang sudah dilakukan oleh perusahaan stratup dan juga sejumlah perusahaan teknologi baik nasional maupun global yang beroperasi di Indonesia," tandasnya. 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore