
Presiden RI Joko Widodo bersama Rektor Unesa Nurhasan. (Dok. Unesa)
JawaPos.com — Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuka Konvensi XXIX Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia (FRI) yang berlangsung di GRAHA UNESA, Kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA) II Lidah Wetan, Surabaya, pada Senin-Selasa, 15-16 Januari 2024.
"Saya baru saja lawatan dari 3 negara, dari Filipina, Vietnam, Brunei Darussalam. Sore tiba di Jakarta, tadi subuh saya dari Bogor ke Surabaya khusus untuk Forum Rektor Indonesia," ucap Presiden Jokowi di hadapan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju dan para pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia.
Menurutnya, perguruan tinggi punya peran strategis bagi negara. Rektor juga memiliki peran yang sangat besar. Presiden bercerita bahwa beberapa waktu lalu berkunjung di dua perguruan tinggi di Washingtong DC dan San Francisco, Amerika Serikat.
Baca Juga: Limbah Industri Pemindangan di Margomulyo Trenggalek Kembali Tuai Kontroversi! Bikin Sungai Tercemar
Presiden RI Joko Widodo, Mendikbudristek Nadiem Makarim, dan Rektor Unesa Nurhasan saat pembukaan konvensi kampus dan Forum Rektor Indonesia di Graha Unesa Senin 15 Januari 2024.
Ternyata, lebih dari separuh mahasiswa kampus yang dikunjunginya berasal dari Tiongkok. Dari Indonesia hanya ada sekitar 5 mahasiswa. Fakta tersebut membuatnya kaget dan berpikir bahwa SDM merupakan kunci Tiongkok bisa melompat dan melampaui negara-negara maju lainnya.
"Saya dibawa ke fakultas atau jurusan robotik dan AI juga sama. Lebih dari separuh mahasiswanya dari Tiongkok. Artinya mereka belajar AI, mereka belajar robotik untuk laut dalam, medik, manufacturing, semuanya mereka pelajari," bebernya.
Berkaca dari itu, Indonesia harus mempersiapkan strategi penguatan SDM, karena 5-10 tahun yang akan datang Indonesia mendapatkan bonus demografi. SDM unggul menjadi kunci dan itu yang harus benar-benar dipersiapkan.
Sumber daya alam Indonesia yang melimpah tidak cukup menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Dibutuhkan SDM, iptek dan inovasi yang berkualitas untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Tugas penting ini ada di pendidikan tinggi, tugas para rektor, tugas para dosen dan tugas semua pihak.
Peneliti, lanjutnya, juga perlu diperbanyak. Perguruan tinggi harus menjadi lembaga riset yang selaras dengan industri. Perguruan tinggi memiliki dosen yang banyak, juga tenaga peneliti dan mahasiswa untuk pengembangan iptek serta berinovasi dalam memecahkan masalah bangsa.
Presiden tekankan urgensi riset dan pentingnya perguruan tinggi sebagai kunci kemajuan riset dan inovasi di Indonesia. "Artinya, Pak Nadiem (Nadiem Anwar Makarim Mendikbudristek, red) anggarannya diperbesar. Gak apa-apa dimulai tahun ini. Tapi dimulai dulu yang gede. Nanti siapapun presiden yang akan datang mau tidak mau melanjutkan," ucapnya.
Ketua FRI periode 2022–2023, Prof. Dr. Mohammad Nasih SE., MT., Ak., mengapresiasi dukungan pemerintah terkait anggaran perguruan tinggi utamanya untuk riset. Sesuai arahan Presiden Jokowi, FRI akan terus mendorong peningkatan kualitas SDM dan menjawab berbagai tantangan Indonesia.
“IPM kita masih 73 dan kita berharap 2024 ada di angkat 83 untuk menjadi negara maju. Angka rata-rata sekolah kita di angka 9 atau 9 tahun sementara negara maju sudah 13 tahun. Skor PISA kita masih rendah, riset apalagi. Banyak yang perlu dinaikan dan itu perlu investasi karena berkaitan langsung dengan kualitas SDM kita,” ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022