Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2023 | 00.18 WIB

Analisis Erupsi, PVMBG Nyatakan Gunung Marapi Memiliki Karakter Yang Sulit Diprediksi

Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki meninggal dari puncak Gunung Marapi, Sumbar, pada Selasa (5/12).

JawaPos.com – Hingga tadi malam, tinggal satu pendaki Gunung Marapi yang dinyatakan hilang. Sebelas di antara 12 orang yang sempat dicari tim SAR gabungan akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal. Dengan demikian, jumlah korban mencapai 22 orang.

Tim SAR gabungan terus mengupayakan pencarian dan mengevakuasi korban meninggal. Padang Ekspres melaporkan, hingga pukul 21.10, sebanyak 17 di antara 22 jenazah pendaki sudah berhasil dievakuasi menuju Rumah Sakit Achmad Mochtar, Bukittinggi.

Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik mengatakan, operasi SAR untuk mencari dan mengevakuasi pendaki yang terjebak di Gunung Marapi berlangsung sejak kemarin (5/12) pagi. Satu per satu korban meninggal dievakuasi dari lokasi penemuan jenazah. Letaknya cukup dekat dengan puncak gunung tersebut. Proses evakuasi melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai komunitas.

Malik menyatakan, tim SAR gabungan melakukan evakuasi secara estafet. Karena itu, tim menyebar di beberapa titik. Ada tim yang mengambil jenazah dan tim yang menunggu jenazah. Seluruh korban meninggal langsung dimasukkan ke kantong jenazah. ”Dievakuasi ke bawah. Secara estafet, tim yang berada di bawah akan menyambut,” terang dia.

Aktivitas vulkanis Gunung Marapi yang terus terjadi hingga kemarin menjadi kendala yang dihadapi tim di lapangan. Sejak pagi hingga tengah hari kemarin, kata Malik, Marapi erupsi sebanyak lima kali. Disusul dengan hujan abu vulkanis di beberapa titik. ”Abu vulkanis juga turun sampai ke kaki bukit. Itu membuat visibility kurang,” bebernya.

Dia memastikan, selain evakuasi jenazah, pencarian satu pendaki yang masih hilang juga menjadi prioritas.

Secara terpisah, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan menyatakan, Gunung Marapi memiliki karakter yang sulit diprediksi. Buktinya, saat terjadi erupsi, tidak terdapat tanda-tanda sebelumnya. Tidak ada gempa yang tercatat sebelum terjadi erupsi. Gempa hanya terjadi sebulan sekali di Gunung Marapi.

Karena itu, semua pihak diharapkan patuh terhadap skenario tidak masuk ke radius 3 kilometer. Sebagaimana ketentuan sesuai dengan status gunung yang masuk kategori waspada.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, sesuai dengan data BPBD Kabupaten Agam, diketahui bahwa hujan abu masih terjadi di sejumlah kecamatan seperti Canduang, Sungai Pua, Ampek Angkek, dan Malalak.

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto menjelaskan, erupsi Gunung Marapi memberikan dampak yang signifikan terhadap penerbangan di sekitar Sumatera Barat (Sumbar). Berdasar pengamatan PVMBG, semburan abu vulkanis mencapai ketinggian 5.891 mdpl. ”Kondisi ini mengakibatkan kode warna penerbangan menjadi merah,” ujarnya.

Terdata abu vulkanis bergerak ke arah utara hingga barat dengan intensitas yang pekat. Agar penerbangan aman, BMKG melalui meteorological watch office dan berdasar VAA menerbitkan SIGMET sebagai panduan bagi penerbangan yang melewati daerah terdampak. (idr/syn/c14/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore