
Hujan deras memicu banjir lahar di sekitar Gunung Semeru. Salah satunya di dekat Jembatan Gladak Perak, Jumat (21/11). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Sepekan pasca Erupsi Gunung Semeru, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan adanya 38 kali letusan dalam enam jam terakhir pada Selasa (25/11).
"Berdasarkan pengamatan Selasa (25/11) periode 00.00 - 06.00 WIB, cuaca cerah, gunung api terlihat jelas, angin bertiup lemah ke arah utara, dan suhu udara 20-21 °C," tutur petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto.
Meski begitu, PVMBG belum menurunkan status Gunung Semeru dari level IV Awas sejak erupsi pada Rabu (19/11) lalu. Salah satu alasannya karena aktivitas kegempaan di gunung tertinggi di Pulau Jawa ini masih tinggi.
Seperti hari ini, Gunung Semeru dilaporkan mengalami 38 kali gempa letusan dengan amplitudo 11 - 22 milimeter dan lama gempa 58 - 127 detik. Terjadi pula 3 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 - 4 mm.
"Kemudian 3 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4-5 milimeter, dan lama gempa 39-49 detik, serta 1 kali Harmonik dengan amplitudo 7 milimeter, dan lama gempa 114 detik," sambungnya.
Dengan rentetan aktivitas kegempaan, PVMBG masih menetapkan Status Gunung Semeru di level tertinggi, yakni Awas.
PVMBG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 kilometer dari puncak. Di luar area itu, masyarakat juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter.
"Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar. Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu," tegasnya.
Terakhir, PVMBG meminta warga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sungai atau lembah berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Terjadi Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.
Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.
BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan ada dua kecamatan yang terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro.
Hingga Senin malam (24/11), jumlah warga yang mengungsi adalah 418 jiwa, dengan 3 jiwa mengalami luka bakar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
