Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Desember 2023 | 03.43 WIB

Fakta Kondisi Jasad Mahasiswa Asal Medan yang Tewas di Bali, Dokter Forensik Bantah Alat Vital Pecah

HASIL VISUM: dr. Dudut Rustyadi RSUP Prof Ngoerah Sanglah jelaskan soal hasil visum Aldi Kamis (30/11). (dokumentasi radarbali.id)

JawaPos.com – Kasus Kematian Aldi Sahilatua Nababan (23), mahasiswa asal Medan yang tercatat berkuliah di Elizabeth International Bali, menjadi sorotan publik lantaran kondisinya yang dinilai tak wajar saat ditemukan pertama kali di kamar kosnya.

Diketahui, Aldi ditemukan dalam kondisi tubuhnya terlilit tali tampar yang bergantung dan menyandar pada pintu kamar, dengan kedua kakinya menyentuh lantai.

Hidungnya mengeluarkan darah dan tubuhnya mengalami pembengkakan, serta kulitnya pun mengeluarkan cairan.

Bahkan, menurut unggahan sang kakak di akun Instagram @monalisanababan_, Aldi terlihat dalam kondisi alat kelamin pecah dan mengeluarkan darah, sekujur tubuh lebam, mulut dan hidung mengeluarkan darah, serta engsel siku tangan bergeser.

Ungkapan tersebut pun lantas memantik opini, bahwa kemungkinan Aldi tewas karena dibunuh dengan cara yang keji.

Namun, hal tersebut kemudian dibantah oleh dokter forensik yang melakukan autopsi terhadap jasad Aldi.

Dokter forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, Dudut Rustyadi, mengungkapkan bahwa pihaknya bahkan tak menemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh Aldi, baik karena benda tumpul maupun benda tajam.

Menurutnya, kondisi meninggal dengan tak wajar itu disebabkan karena Aldi sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan pertama kali.

“Tim forensik hanya menemukan ada bekas lilitan tali atau bekas tali melingkar di leher Aldi," kata Dudut, dilansir dari Radar Bali (Jawa Pos Group), Sabtu (2/12).

Berkaitan dengan kondisi alat vital yang disebut-sebut pecah oleh pihak keluarga, Dudut menjelaskan bahwa Aldi yang sudah meninggal beberapa hari itu, tubuhnya mengalami pembengkakan dan pembusukan.

“Siapa yang bilang? Saya periksa waktu itu, organ vitalnya utuh dan nggak pecah. Menurut saya, Kalau memang rusak, mungkin karena itu tadi sudah membengkak dan busuk," jelasnya.

Kendati demikian, fakta yang diungkapkan tersebut baru didapat dari hasil pemeriksaan tubuh luar. Sehingga, hal itu belum bisa digunakan sebagai kepastian penyebab seseorang meninggal.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore