Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 November 2023 | 05.30 WIB

Mahasiswa Bali Tewas di Kamar Kos, Alat Kelaminya Pecah

Seorang mahasiswa Elizabeth International Bali, Aldi Sahilatua Nababan tewas secara misterius di kamar kosnya.

JawaPos.com- Seorang mahasiswa Elizabeth International Bali tewas secara misterius di kamar kosnya. Pihak keluarga mengungkap alat kelamin korban pecah. Diduga pria dengan nama Aldi Sahilatua Nababan (23) dibunuh secara sadis oleh seseorang.

Viralnya berita itu setelah sang kakak Monalisa memposting di akun Instagramnya @monalisanababan tentang kondisi adiknya tersebut. Lantas ia pun meminta tolong kepada Presiden Jokowi dan Kapolri untuk membantu menangkap pelaku.

Di postingannya itu dia juga menjelaskan kondisi dari adiknya yang meninggal secara mengenaskan di indekos.

“Adik saya ALDI SAHILATUA NABABAN berstatus mahasiswa di Elizabeth International Bali ditemukan MENINGGAL DIBUNUH di kosnya Nusa Dua Koi Kos, Gang Kunci, Jalan By Pass Ngurah Rai No.23, Benoa, Kuta Selatan (kamar kos no 10 lantai 1) (indekos), KAB. BADUNG, KUTA SELATAN, BALI,” tulisnya.

"Alat kelaminnya pecah dan mengeluarkan darah, sekujur tubuh lebam, mulut dan hidung mengeluarkan darah, engsel siku tangan bergeser," lanjutnya.

Pihak keluarga juga menyayangkan proses otopsi yang dilakukan oleh RS Bhayangkara Medan, tidak transparan. 

Hal ini dibuktikan ketika pihak keluarga korban menawarkan agar proses otopsi disaksikan oleh dokter yang ditunjuk oleh keluarga, namun dokter forensik yang menangani menolak.

“Sementara kami pihak keluarga sudah memberi opsi untuk diwakilkan dokter yang ditunjuk keluarga, tapi tidak diterima oleh DOKTER FORENSIK DESI dah bahkan ruangan bedah dikunci rapat dan dikawal penjaga. Kami tidak diperbolehkan mendokumentasikan jenazah dari mulai pembukaan peti sampai otopsi,”jelas Monalisa.

Sementara itu dilansir dari Radar Kudus (Group Jawa Pos) bahwa pihak keluarga telah mengajukan otopsi kepada polisi. Namun, mereka merasa proses otopsi dipersulit.

"Kami merasa dipersulit dengan pernyataan-pernyataan mereka (polisi). Makanya, kami putuskan mayat dikirim dari Bali ke Medan pada Minggu siang,"ungkap Monalisa.

"Dugaannya adik saya dibunuh secara sadis. Semoga keadilan berpihak dengan kita," tutupnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore