Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 November 2023 | 20.00 WIB

Trah Sultan HB II Tagih Inggris Kembalikan Aset Sitaan

BAKAL MELAWAT: Pangeran Edward dan istri, Putri Sophie, saat menghadiri acara di Wesminster Abbey, London (5/7). - Image

BAKAL MELAWAT: Pangeran Edward dan istri, Putri Sophie, saat menghadiri acara di Wesminster Abbey, London (5/7).

JawaPos.com – Pangeran Edward bakal melakoni Royal Visit ke Indonesia pada 24 November mendatang. Keturunan atau trah dari Sultan Hamengkubuwono (HB) II pun tidak sabar menunggu kehadiran adik Raja Inggris Charles III itu.

Sebab, mereka bakal menagih pengembalian aset Keraton Jogjakarta yang dirampas Inggris saat terjadinya Geger Sepehi pada 19-20 Juni 1812.

”Trah Sultan HB II akan terus memperjuangkan dikembalikannya harta milik Keraton Jogjakarta di saat pemerintahan Sri Sultan HB II kepada kami sebagai ahli warisnya,” kata Fajar Bagoes Poetranto, perwakilan trah Sultan HB II, di Jakarta kemarin (14/11).

Bagoes menjelaskan bahwa koleksi atau harta rampasan itu sangat beragam. Merujuk catatan sejarawan Peter Carey, di antaranya adalah emas perhiasan sekitar 350 kg. Kemudian, juga ada koleksi naskah kuno atau manuskrip. Selain itu, ada sejumlah artefak.

”Kami siap melakukan pembuktian kepemilikan,” katanya seraya menambahkan bahwa pihaknya juga berharap ada permintaan maaf dari Kerajaan Inggris kepada keturunan Sri Sultan HB II.

Geger Sepehi adalah peristiwa penyerbuan pasukan Inggris ke Keraton Jogjakarta pada 19–20 Juni 1812 untuk menggulingkan Sultan HB II. Penyerbuan tersebut melibatkan 1.200 orang prajurit. Serangan itu tidak hanya membawa korban jiwa. Harta Keraton Jogjakarta juga ikut jadi barang rampasan perang.

Nama Sepehi diambil dari pasukan Sepoy. Sepoy merujuk pada gelar yang diberikan kepada prajurit India. Adapun Sultan HB II memerintah selama tiga periode, masing-masing pada 1792–1810, 1811–1812, dan 1826–1828.

Keluarga besar trah Sri Sultan HB II kini bernaung di bawah Yayasan Vasiatti Socaning Lokika. Fajar Bagoes Poetranto merupakan ketua yayasan tersebut. Bagoes mengatakan, saat ini ada sekitar 7.500 manuskrip kuno hasil rampasan yang tersimpan di berbagai museum di Inggris. Menurut dia, keluarga Sri Sultan HB II adalah pemilik sah serta pemegang hak intelektual dari karya-karya kuno tersebut.

Bagoes menjelaskan, rencana kunjungan Pangeran Edward ke Indonesia sangat positif, yaitu mendorong pemberdayaan anak-anak di Indonesia. Namun, upaya positif itu tidak ada artinya jika Kerajaan Inggris belum menyelesaikan pengembalian perampasan aset-aset Keraton Jogjakarta pada peristiwa Geger Sepehi itu. Bagoes juga meminta kepada pemerintah Indonesia untuk mendukung upaya trah Sultan HB II.

Bagoes mengatakan, jika pemerintah saat ini tidak bisa mengupayakan pengembalian itu, diharapkan bisa dilakukan di rezim berikutnya yang akan dipilih melalui pemilu tahun depan. Untuk itu, dia berharap kepada semua capres-cawapres agar tidak melupakan sejarah. Khususnya akibat dari serangan Geger Sepehi tersebut. ”Jangan melupakan peran Keraton Jogjakarta dalam sejarah kemerdekaan Indonesia,” tutur dia.

Sebelumnya ratusan artefak bersejarah juga dikembalikan Belanda kepada Indonesia. Selain itu, Juli lalu Raja Belanda Willem-Alexander juga menyampaikan permintaan maaf atas perbudakan masa silam yang dampaknya masih terasa sampai sekarang. (wan/c9/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore