
Petugas menata barang bukti uang rampasan kasus korupsi Taspen senilai Rp. 883 Miliar di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/11/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - PT Taspen memastikan akan mengelola secara optimal dana rampasan hasil korupsi investasi fiktif senilai Rp 883 miliar yang diserahkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PT Taspen, Rony Hanityo Aprianto, dalam momentum penyerahan uang hasil rampasan korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/11).
Penyerahan uang rampasan dilakukan oleh Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, didampingi Jaksa Eksekusi KPK Leo Sukoto Manalu, dan dihadiri Direktur Investasi PT Taspen, Rifki Isnaini Hassan.
Rony menegaskan, dana peserta merupakan amanah besar yang harus dikelola dengan standar kehati-hatian tertinggi.
“Kami memperkuat tata kelola perusahaan melalui peningkatan kualitas manajemen investasi, pengawasan internal, hingga transformasi digital. Setiap rupiah milik peserta adalah amanah yang wajib kami jaga,” kata Rony.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KPK yang telah berhasil memulihkan aset Taspen melalui proses hukum.
Kinerja ini dinilai penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana negara, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan ASN dan pensiunan.
“Kami berharap masih ada pemulihan aset berikutnya dari para terdakwa. Mudah-mudahan nilai aset dapat kembali mendekati Rp 1 triliun dalam waktu dekat,” ucap Rony.
Menurutnya, sinergi Taspen dan KPK menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antarlembaga negara dalam menjaga ketahanan institusi dan memastikan manfaat aset negara kembali ke masyarakat.
“Pemulihan ini memperkuat keyakinan para peserta Taspen, terutama pensiunan dan ASN yang akan memasuki masa purna tugas," tegasnya.
Sebagaimana diketahui, KPK menyerahkan Rp 300 miliar pertama dari total Rp 883.038.394.268 aset rampasan terkait kasus korupsi dengan terdakwa Ekiawan Heri Primaryanto, Direktur Utama PT Insight Investment Management (IIM).
Penyerahan dilakukan setelah putusan terhadap Ekiawan berkekuatan hukum tetap.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
