Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Agustus 2023 | 11.46 WIB

Prioritaskan Peningkatan Layanan Museum dan Cagar Budaya, Kemdikbudristek Bentuk Unit Museum dan Cagar Budaya

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menyambut kembalinya empat arca peninggalan Kerajaan Singasari dari Belanda. - Image

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menyambut kembalinya empat arca peninggalan Kerajaan Singasari dari Belanda.

JawaPos.com–Pada Selasa (22/8), Arca Durga, Mahakala, Nandishvara, dan Ganesha, yang telah tiga abad disimpan di Belanda, tiba di Museum Nasional Indonesia (MNI). Itu sebagai bagian awal dari rangkaian artefak yang kembali ke Indonesia tahun ini.

Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyambut kembalinya empat arca peninggalan Kerajaan Singasari dari Belanda ke Tanah Air. Upaya repatriasi itu telah dimulai Kemendikbudristek sejak 2021 dan secara resmi disepakati kedua negara pada 10 Juli.

Kemendikbudristek mulai mengenalkan bentuk pengelolaan baru Museum dan Cagar Budaya (MCB) untuk mengambil langkah signifikan dalam upaya perbaikan, pelestarian, dan pemeliharaan museum dan warisan budaya nasional. MCB saat ini mengemban tanggung jawab atas pengelolaan 18 museum dan galeri serta 34 situs cagar budaya nasional di Indonesia.

Plt Kepala Museum dan Cagar Budaya Ahmad Mahendra mengatakan, akan meresmikan MCB tahun ini dengan sistem yang lebih profesional.

”Hal itu menyadari selama ini masih banyak ruang perbaikan dan peningkatan pengelolaan untuk permuseuman dan cagar budaya di Indonesia. Dengan implementasi standar dan praktik terbaik dalam perawatan dan pemeliharaan museum dan cagar budaya, kami berharap dapat menghadirkan museum dan cagar budaya yang dengan tingkat pelayanan yang lebih baik,” papar Ahmad Mahendra.

Mahendra menjelaskan, pihaknya menaruh perhatian khusus pada 472 artefak hasil proses repatriasi benda sejarah dan budaya dari Belanda ke Indonesia. Agar bisa terjaga dengan baik dan dimaksimalkan pemanfaatannya bagi publik.

MCB juga akan memastikan pengelolaan yang profesional dan menerapkan standar pelayanan publik. Saat ini sedang disusun juga peta jalan transformasi pengelolaan sumber daya manusia yang mendorong pengelolaan MCB menjadi semakin profesional.

”Ke depannya museum yang berada di bawah naungan MCB bisa beroperasi, bekerja sama dan berkolaborasi dengan komunitas, para tenaga ahli dan pihak swasta, sehingga program museum yang disajikan kepada publik dapat menjadi lebih menarik dan variatif,” papar Mahendra.

Beberapa unit museum, terutama Museum Nasional Indonesia, menjadi titik tolak untuk rencana revitalisasi tahap awal, mencakup berbagai aspek, termasuk kuratorial, pelayanan, dan fasilitas. Revitalisasi itu dimulai pada kuartal 3 tahun ini dan akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tenaga profesional serta kerja sama dengan berbagai ahli.

”Sehingga kami dapat menghadirkan tingkat pelestarian dan pelayanan museum dan cagar budaya yang lebih unggul bagi masyarakat dan pengunjung,” terang Ahmad Mahendra.

 ”Kami berkomitmen untuk memberikan pengelolaan yang profesional dan sesuai standar dalam pelestarian, pemeliharaan, dan pemanfaatan museum serta warisan budaya nasional,” tambah dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore