Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juli 2023 | 18.32 WIB

Usung Persatuan dalam Keragaman, Nilai Pancasila Identik dengan Piagam Madinah

 
 
 

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah M. Cholil Nafis memimpin rapat di Jakarta.

 
JawaPos.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menegaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sudah final. Tidak ada ruang lagi untuk menggantinya, apalagi membenturkan Pancasila dengan nilai-nilai agama. Bahkan nilai-nilai yang terkandung di Pancasila dekat atau identik dengan Piagam Madinah. 
 
Pesan tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah M. Cholil Nafis. Dia menjelaskan upaya atau sikap memelihara keragaman (Bhinneka Tunggal Ika) adalah bagian dari ajaran Islam. Menurutnya nilai Pancasila tersebut, sangat dekat dengan Piagam Madinah. Pasalnya sama-sama menekankan bahwa persatuan dalam keragaman dapat dibina.
 
Cholil menjelaskan sejumlah penelitian akademik juga mengatakan hal serupa. Misalnya karya disertasi Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Prof Tahir Azhari dan Mantan Hakim Mahkamah Agung Prof Ahmad Sukardja. Kedua tokoh akademisi itu menyebutkan konstitusi Indonesia sangat selaras dengan kandungan Piagam Madinah.
 
"Menjaga persatuan warga negara di Madinah sama dengan kita. Yaitu di sila ketiga Pancasila menjaga persatuan," kata Cholil di sela paparan persiapan Milad ke-48 MUI di Jakarta pada Kamis (20/7). Dia mengatakan founding fathers kita telah mencontoh Rasulullah SAW dalam mengeluarkan Piagam Madinah. 
 
MUI sendiri, kata Cholil, sudah memutuskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sudah final. MUI juga mengupayakan terpeliharanya kerukunan umat secara kelembagaan melalui sejumlah kegiatan. Upaya itu bisa dilihat dengan terbentuknya komisi khusus di bidang kerukunan antar umat beragama, komisi di bidang ukhuwah, dan sejumlah kegiatan literasi dan sosialisasi kerukunan di MUI. 
 
"Jadi sebenarnya toleransi itu diajarkan dan dipupuk dalam ajaran Islam. Bahwa kita menghormati dan tidak memaki sesembahan agama lain," paparnya. Dia juga menyampaikan pada perayaan Milad ke-48 MUI pada 26 Juli nanti, diagendakan pembacaan Deklarasi Kebangsaan (al-mitsaq al-wathani). 
 
Cholil mengatakan deklarasi itu sebagai bentuk komitmen MUI dalam rangka menjaga persatuan. Kemudian juga sikap memperkokoh kerukunan dan memelihara keberagaman bangsa sebagai dasar pijakan dalam bernegara. "Keragaman bagi Majelis Ulama Indonesia suatu yang niscaya. Karena keragaman kita menghargai entitas dan identitas masing-masing," kata dia. 
 
 
Di bagian lain, Ketua OC Milad ke-48 MUI  Lukmanul Hakim menyampaikan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan bakal menghadiri puncak Tasyakuran Milad ke-48 MUI. Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga dijadwalkan akan memberikan sambutannya serta bakal dihadiri oleh para tokoh bangsa dan para ulama. Milad ke-48 ini, MUI mengusung tema Memperkokoh Persatuan dalam Bingkai Keragaman Menuju Indonesia yang Lebih Sejahtera dan Bermartabat.  

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore