
Ketua Komisi Bahtsul Masail Waqiiyah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama 2025 Cholil Nafis (kanan) di Jakarta (6/2). (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis menyampaikan pernyataan bahwa kemungkinan besar Lebaran Idul Fitri 2026 berbeda atau tidak serempak pada hari dan tanggal yang sama di Tanah Air.
Kendati demikian, KH Cholil Nafis meminta publik untuk mengikuti hasil sidang isbat yang akan digelar pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk kepastiannya.
"Sebagaimana puasanya, kayaknya lebarannya juga beda-beda kita ya. Muhammadiyah menyampaikan berlebaran pada 1 Syawal bertepatan dengan tanggal 20. PERSIS sudah mengumumkan tanggal 21 lebarannya karena tidak imkanur rukyah. NU nunggu rukyah tapi sepertinya tanggal 21," kata KH Cholil Nafis dalam video diunggah di akun Instagram pribadinya.
KH Cholil Nafis menyatakan, kemungkinan besar Lebaran Idul Fitri 2026 jatuh pada tanggal 21 karena berdasarkan hasil perhitungan ilmu falak, hilal di seluruh wilayah Indonesia tidak ada yang sampai 3 derajat pada tanggal 20 Maret 2026.
"Yang paling tinggi di Aceh itu cuma 2,51 derajat, elongasinya 6,1 derajat. Sementara ketentuan kriterianya minimal imkanur rukyah bulan bisa dilihat kalau di atas 3 derajat lalu elongasinya minimal 6,4 derajat," ungkap Cholil Nafis.
Dia berharap penentuan 1 Syawal benar-benar dilakukan sesuai fakta hasil penglihatan bulan pada tanggal 29 Ramadhan. Jika memang belum terlihat, harus diungkap apa adanya dan ibadah puasa Ramadhan wajib disempurnakan menjadi 30 hari.
"Nah, nanti biasanya ada ini yang pengin lebaran bareng, nggak melihat bulan, bersaksi melihat bulan. Padahal yang dilihat itu kunang-kunang. Oleh karena itu, pemerintah kita minta bijak ya sebagaimana tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya.
Lebaran adalah pertanggungjawaban spiritual-keagamaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan tidak ada keterkaitan dengan dimensi politik atau yang lainnya. Oleh sebab itu, pengungkapan fakta yang sebenarnya terkait hilal merupakan suatu keniscayaan dilakukan.
(Jika memang hilal tidak terlihat) Jangan dipaksa orang semuanya harus tanggal 20. Sebagaimana orang yang mau lebaran 20, jangan dipaksa ke tanggal 21. Kalau nanti pengin sepakat, sepakati dulu metodenya dan itu berkenaan dengan keyakinan kita. Bebas melakukan keyakinan asalkan berdasar, bukan asal asalan," tuturnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022