Ilustrasi gempa bumi. Dok. JawaPos
JawaPos.com – Gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang Jogjakarta dan sekitarnya tadi malam. Kekuatan gempa dirasakan menyebar hampir di seluruh Pulau Jawa. Guncangan gempa juga sempat memunculkan kepanikan warga.
Beberapa saat setelah terjadi gempa, BMKG langsung merilis indikator utama.
Salah satunya, lokasi episentrum gempa di perairan selatan Jogjakarta. Tepatnya di 8.63 lintang selatan dan 110.08 bujur timur. Pusat gempa berada di sekitar 86 km barat daya Bantul. Gempa berkekuatan 6,4 SR itu berada di kedalaman 25 km.
Kuatnya guncangan gempa memicu kepanikan. Herman, salah seorang pengunjung Plaza Ambarrukmo, Jogjakarta, merasakan betul kerasnya gempa. Sebab, saat itu dia berada di lantai 3 salah satu pusat perbelanjaan tersebut. ’’Kukira aku mau pingsan. Ternyata semua orang lari ke luar. Ternyata gempa,’’ katanya kepada Jawa Pos.
Begitu menyadari terjadi gempa, sontak pria asal Surabaya tersebut langsung ikut berlari ke luar untuk menyelamatkan diri bersama pengunjung lainnya. Setelah gempa mereda, barulah dia mengambil kendaraannya yang terparkir untuk pulang.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya, gempa yang terjadi termasuk jenis gempa bumi menengah. Gempa itu muncul akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
’’Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Kulon Progo, Nganjuk, Kebumen, dan Ponorogo dengan skala intensitas IV MMI,’’ ungkapnya. Kemudian, di daerah Kediri dan Mojokerto, gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Daryono menyampaikan, hingga pukul 20.30, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar 3,9 SR.
Dari Wonogiri, Jawa Tengah, gempa Bantul mengakibatkan kerusakan bagian sejumlah bangunan di beberapa titik. Kepala Desa Ketos, Kecamatan Paranggupito, Sukatno, misalnya, mengatakan ada genteng rumah warganya yang rontok setelah digoyang lindu.
"Ada satu rumah yang gentengnya rontok, sekitar 50an (genting) mungkin yang rontok," ujar dia kepada Jawa Pos Radar Solo tadi malam.
Sementara itu, gempa juga berdampak kerusakan bagian bangunan sekolah di wilayah Kecamatan Paranggupito. Genteng di SMP Negeri 1 Paranggupito rontok. "Iya betul. Genteng di SMPN 1 Paranggupito pecah, rontok. Tidak ada korban jiwa. Rusak ringan di sana," ujar Camat Paranggupito Catur Susilo Prono.
Di Kecanatan Giriwoyo, gempa juga dikabarkan membuat sejumlah kerusakan. Utamanya di atap-atap bangunan. "Saat ini masih kami data. Ada masjid yang eternitnya ambrol, genteng rumah warga juga mlorot di beberapa titik," kata Camat Giriwoyo Fuad Wahyu Pratama. (wan/byu/al/c14/bay/ttg)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
