Lapak-lapak penjual hewan kurban berupa kambing dan sapi jelang Hari Raya Idul Adha 2023 mulai menjamur di jalanan Jakarta.
JawaPos.com - Umat Islam disunahkan untuk melaksanakan ibadah berupa menyembelih hewan kurban pada momen Hari Raya Idul Adha. Ibadah ini berawal dari ujian berat dan cukup emosional serta dramatis yang diberikan Allah kepada Nabi Ibrahim dan Ismail.
Nabi Ibrahim diketahui sangat sayang kepada putranya, Ismail. Sebagai bentuk ujian Allah, dia kemudian bermimpi diperintah untuk menyembelih Ismail. Awalnya, mimpi ini dianggap bersumber dari setan.
Namun setelah mimpi yang sama muncul hingga beberapa kali, Nabi Ibrahim akhirnya memiliki keyakinan dan tahu bahwa mimpi itu berasal dari Allah dan merupakan perintah yang harus ditunaikan.
Dilansir dari NU Online, ada pendapat menyebut bahwa Ismail sedang berusia tujuh tahun saat perintah menyembelih itu datang. Namun pendapat lainnya menyebut Ismail sudah memasuki usia 13 tahun.
Harus menyembelih anak yang paling disayangi, tentu bukan perkara mudah bagi Nabi Ibrahim. Namun perintah itu harus dilaksanakan sebagai bentuk ketaatannya kepada Allah.
Nabi Ibrahim kemudian menyampaikan mimpi tersebut kepada anak yang sangat dia sayangi. Siapa sangka, Nabi Ismail justru pasrah dan ikhlas meminta sang ayahanda harus melaksanakannya sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan.
Momen percakapan mereka pun sempat diabadikan dalam Alquran surat As-Shaffat ayat 102. "Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, 'Wahai anakku! Sungguh aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah bagaimana pendapatmu!'".
"Dia (Ismail) menjawab, 'Wahai ayahku! Lakukan apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.'"
Momen itu tentu saja menjadi momen yang sangat emosional dan diwarnai air mata. Tapi semua akan dilaksanakan dan diikhlaskan demi menjalankan perintah Allah.
Nabi Ibrahim pun mempersiapkan pisau yang paling tajam untuk menyembelih putranya Ismail. Dia membawa sang putra ke Mina untuk menyembelihnya. Saat proses penyembelihan itu dilakukan dengan penuh rasa ikhlas, Allah mengganti Ismail dengan seekor kambing.
Tradisi kurban sejatinya sudah terjadi di kalangan masyarakat Arab Jahiliyah digunakan sebagai ritual menyembah berhala. Menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya, masyarakat Arab Jahiliyah menyembeli hewan kurban dengan meletakkan dagingnya di sekitar berhala. Sedangkan darahnya dipercikkan kepada berhalanya.
Kontra atas tradisi tersebut, Allah berfirman dalam surat Al Hajj ayat 37. Yang pada substansinya menyatakan bahwa bukan darah atau daging kurban yang bisa mengantarkan seseorang menggapai ridha Allah, melainkan ketakwaan dari orang yang berkurban.
"Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
