
PERMUDAH AKSES: Pengacara Sholeh menunjukkan akun TikTok yang dikelolanya kemarin (2/5). Konten tersebut dibuat untuk melayani konsultasi hukum.
Advokat M. Sholeh membuat konten konsultasi hukum di media sosial TikTok. Dia menyiarkan masyarakat yang berkonsultasi berbagai permasalahan kepadanya. Sebagian masyarakat mendapat solusi setelah kontennya viral.
LUGAS WICAKSONO, Surabaya
SHOLEH memulainya sejak enam bulan lalu. Selama itu, dia menerima banyak konsultasi berbagai permasalahan sehari-hari yang dihadapi masyarakat. Mereka memilih untuk menghubungi Sholeh setelah tidak tahu lagi cara mengatasi permasalahan yang dihadapi.
Dia mencontohkan pasien yang pada vaginanya terdapat kain kasa yang tertinggal setelah operasi di salah satu rumah sakit di Surabaya. Pasien itu mendatangi Sholeh karena sebelumnya tidak mendapat titik temu saat meminta pertanggungjawaban pihak rumah sakit.
Konten tersebut ditonton hingga 16 juta kali di TikTok. ’’Setelah viral, akhirnya pasien dipanggil pihak rumah sakit dan diberi penanganan,’’ ujar Sholeh.
Konten lainnya bercerita tentang pelanggan yang kehilangan motor saat menyerviskannya di bengkel. Pihak bengkel dan asuransi disebut enggan bertanggung jawab. ’’Setelah viral, pihak asuransi mau mencairkan asuransi dan bengkel bersedia memberikan ganti rugi,’’ katanya.
Hingga kini, sudah lebih dari 300 konten yang dibuat Sholeh di TikTok. Dalam sehari, dia membuat satu hingga dua konten. Tidak semua masyarakat yang berkonsultasi dibikinkan konten.
’’Hanya yang ada sisi kemanusiaannya. Dalam sehari ada 10 orang yang berkonsultasi. Kami pilah mana yang menarik,’’ ucapnya.
Sholeh menggunakan tagline no viral no justice dalam konten videonya di TikTok. Menurut dia, kerap kali permasalahan baru selesai setelah viral lebih dulu.
’’Kebanyakan masalah terjadi karena kebuntuan komunikasi,’’ ucapnya.
Namun, tidak mudah bagi Sholeh membuat konten. Akun TikTok-nya sudah tiga kali diblokir. Menurut dia, media sosial tersebut ternyata tidak begitu suka dengan konten-konten Sholeh.
Dia membuat akun lagi. Kini dia menggugat media sosial tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
’’Bisa juga karena ada yang tidak suka dengan konten itu, lalu me-report. Bisa lawan perkara dari yang berkonsultasi,’’ tuturnya. (*/c7/git)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
