
Mensos Tri Rismaharini meluncurkan kanal belajar online dengan nama PENA TV sebagai wadah menimba ilmu dan ketrampilan kewirausahaan bagi masyarakat. (Kemensos untuk JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Sosial Tri Rismaharini semakin serius melakukan pemberdayaan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Tidak hanya memberikan bantuan berupa bantuan sosial dan modal usaha, Mensos kini menghadirkan kanal belajar online dengan nama PENA TV sebagai wadah menimba ilmu dan ketrampilan kewirausahaan bagi masyarakat.
Sabtu pagi (8/4) ini, dalam tayangan PENA TV melalui saluran Youtube, Facebook, dan Zoom Pahlawan Ekonomi, Mensos mendorong KPM giat belajar untuk mengembangkan usahanya.
"Para PM tolong jangan lelah, tidak ada yang mudah di sini. Kalau teman-teman punya usaha besar, usaha bisa diwariskan. Jadi karna itu jangan menyerah dan putus asa," kata Mensos sepertu dikutip dalam siaran Youtube PENA TV.
Mensos mengungkap lahirnya PENA TV dilatarbelakangi keinginannya agar KPM dapat mengenal dan menerapkan strategi-strategi bisnis dalam usaha mereka. Melalui PENA TV, para KPM memperoleh mentoring , coaching , serta feedback dari usaha yang mereka rintis. Tak hanya itu, PENA TV adalah sarana untuk merawat semangat KPM agar tak loyo menghadapi tantangan dan persaingan usaha.
"Kalau orang lain menggunakan strategi ini, kenapa tidak kita coba strategi itu. Karena itu kita tidak boleh berhenti belajar, makanya kita hadirkan PENA TV ini," jelas Mensos.
PENA TV diharapkan mampu mendorong KPM untuk meng-upgrade diri sehingga usaha rintisannya bisa naik level dan memperlebar target pasar.
"Mengapa Kita harus jualan untuk menengah atas? Agar harga tidak jadi batasan. Kalau jualan untuk menengah kebawah banyak, tapi untungnya mepet.
Ada beberapa contoh produk yang mungkin untungnya hanya 10%, kalau kita jual ke menengah atas bisa sampai 100% untungnya," jelas Mensos.
Sejak tahun 2022 hingga sekarang, program PENA telah menjangkau 5.209 KPM, yang merupakan peserta aktif PKH dan BPNT. PENA telah terbukti mampu meningkat penghasilan KPM sehingga dapat keluar dari kepesertaan bansos.
Dalam pengelolaan PENA, Kemensos tidak bekerja sendiri. Kemensos bekerja dengan mitra strategis seperti pengusaha, profesional dari perguruan tinggi, dunia usaha, pusat penelitian dan pelatihan, media sosial, perusahaan rintisan, pemerintah, dan LSM.
Dalam peluncuran PENA TV, turut hadir perwakilan dari Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), Daily Box, dan MPM Honda. Ketiganya telah berkomitmen untuk membantu Kemensos dalam usaha pengembangan usaha KPM PENA.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
