alexametrics

Cak Imin Instruksikan Kader PKB Bantu Korban Karhutla dan Padamkan Api

23 September 2019, 17:21:47 WIB

JawaPos.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyoroti meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan Tengah dan Riau. Untuk itu PKB mengeluarkan tujuh poin pernyataan sikap.

Ketua DPP PKB, Marwan Dasopang mengatakan, poin pertama adalah mendorong dilakukannya langkah-langkah pemadaman karhutla secara efeksi. Pemadaman karhutla perlu kerja sama banyak pihak.

“Dilakukannya langkah-langkah secara efektif dan sistematis dengan melibatkan multistakeholder,” ujar Marwan dalam konferensi persnya di di Gedung DPR, Jakarta‎, Senin (23/9).

Kedua, lanjut Marwan, perlu adanya sinergi penanganan yang khusus dalam memadamkan karhutla ini. Sehingga tidak lagi timbul jatuhnya korban jiwa.

“Karena ini menyebabkan jatuhnya korban dan kerugian pada banyak aspek, ekonomi, sosial, kesehatan juga pendidikan,” katanya.

Ketiga, pemerintah juga perlu memberikan pelayanan sebaik-baiknya untuk para korban karhutla. Hal ini juga termasuk mengalokasikan anggaran yang memadai untuk mengatasi kebakaran ini.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini menambahkan, poin keempat adalah meminta pemilik lahan ‎yang terbakar bertanggungjawab. “Harus bertanggung jawab untuk menanggulangi bencana kebakaran dengan upaya pemadaman dan juga pencegahan,” tuturnya.

“Ini kan kebakaran karena dibakar. Jadi, kalau ada orang mau tebang-tebang lahan ditunggui saja. Karena, nanti akan dibakar,” tambahnya.

Poin kelima, PKB mendorong pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan dan optimalisasi program pencegahan karhutla. “Keenam, dalam rangka efektivitas dan mencegah peristiwa karhutla, DPP PKB merekomendasikan didirikannya lembaga penanganan bencana menjadi setingkat kementerian,” katanya.

Ketujuh, mengimbau kader-kader PKB untuk membantu memadamkan karhutla. Hal ini sejalan dengan instruksi Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar.

“Mengajak untuk bahu membahu saling tolong-menolong pada masyarakat dan korban,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono


Close Ads