Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Juli 2022 | 21.26 WIB

Sebetulnya Ingin Bawa Pulang Air Zamzam Lebih Banyak

Jamaah haji bisa minum air zamzam di Masjidilharam. (Media Center Haji) - Image

Jamaah haji bisa minum air zamzam di Masjidilharam. (Media Center Haji)

JawaPos.com – Maemunah hanya bisa tertawa. Usahanya membawa sepuluh botol air mineral berisi air zamzam ke dalam kopernya gagal. Mesin X-ray bisa mendeteksi meski botol-botol itu dibalut rapat dengan lakban berwarna cokelat.

”Sebetulnya mau bawa pulang buat anak, cucu, tapi ketahuan hehe..,” tutur Maemunah sembari membongkar kopernya. ”Sudah kapok, nggak lagi (masukkan zamzam ke koper),” imbuh jemaah haji dari kloter 4 embarkasi Solo (SOC4) itu.

Maemunah tidak sendiri. Pertengahan Juli lalu, di antara 360 koper jemaah haji di kloter tersebut, sebanyak 297 koper terdeteksi memuat air zamzam dalam berbagai kemasan. Mulai botol hingga jeriken. Jumlah tersebut termasuk yang terbesar.

Alhasil, koper-koper tersebut dibawa lagi ke Hotel Kiswah di Makkah, tempat Maemunah dan jemaah haji dari embarkasi Solo menginap. Mereka diminta untuk membongkar sendiri. ”Ini di luar dugaan kami. Sudah kelewatan. Maka, kami kembalikan ke jemaah untuk dibongkar sendiri,” tegas Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Kepulangan PPIH Daker Bandara Edayanti Dasril.

Cerita jemaah haji membawa air zamzam dalam koper bukan hanya itu. Ada banyak jemaah dari kloter yang lain berupaya melakukan hal yang sama. Meski, ending-nya sama: terdeteksi mesin X-ray.

Menurut penuturan seorang petugas, saat melewati mesin X-ray, warna air zamzam di layar monitor terlihat hitam. Berbeda dengan cairan biasa yang tampak bening.

Jatah Jemaah


Jemaah haji Indonesia sebenarnya tidak perlu repot-repot mencari cara memasukkan air zamzam ke dalam koper. Selain tidak sesuai dengan regulasi penerbangan internasional, jemaah sudah pasti akan mendapatkan air zamzam setibanya di asrama haji embarkasi masing-masing. Jumlahnya 5 liter per jemaah.

Bahkan, jika lobi pemerintah berhasil, tahun depan jemaah haji bisa saja mendapatkan air zamzam hingga 10 liter. Pemerintah sedang mengomunikasikan dengan otoritas Saudi kemungkinan menambah air zamzam mengingat kebutuhan dan antusiasme yang tinggi dari jemaah.

Selain jatah 5 liter untuk dibawa kembali ke rumah masing-masing, kebutuhan jemaah terhadap air zamzam selama berada di Tanah Suci benar-benar terjamin. Per hari, setiap jemaah mendapatkan satu liter air zamzam yang terbagi dalam tiga botol berukuran 330 mililiter. Dengan kemasan botol, jemaah bisa lebih praktis membawanya saat beraktivitas.

Di luar itu, jemaah bisa menambah sendiri air zamzam secara gratis saat berada di Masjidilharam di Makkah maupun Masjid Nabawi dan Masjid Quba di Madinah. Jemaah bebas untuk minum air zamzam yang disediakan dalam galon-galon berukuran besar maupun keran-keran air minum. Jemaah juga bisa mengisi ulang botolnya yang telah kosong dengan air zamzam.

Dikemas Khusus untuk Jemaah Haji


Jawa Pos dan tim Media Center Haji (MCH) berkesempatan mengunjungi Zamazemah United Office, perusahaan yang diperintah Kerajaan Saudi untuk mengelola air zamzam dalam bentuk kemasan pekan lalu (21/7). Letaknya di daerah Zaidi, sekitar 30 menit perjalanan menggunakan mobil dari Masjidilharam, Makkah.

Di pabrik itu, air zamzam dikemas dalam botol berukuran 330 ml. Dengan jumlah jemaah haji tahun 2022 yang mencapai satu juta orang dan jatah per orang 1 liter setiap hari, pabrik itu memproduksi satu juta liter air zamzam dalam kemasan botol. ”Satu juta liter itu hanya untuk di Makkah saja,” terang Managing Director Zamazemah United Office Hasan Mahmud Abu Al-Faraj.

Total ada 820 pegawai yang terlibat dalam pengemasan air zamzam dalam kemasan itu. Namun, sebagian besar prosesnya telah menggunakan mesin sehingga lebih cepat dan efisien. Dalam satu jam, setidaknya produksi bisa mencapai 10 ribu botol air zamzam.

Hasan menjelaskan, air zamzam yang dikemas tersebut berasal dari sumur di Masjidilharam. Air zamzam dialirkan terlebih dulu melalui pipa bawah tanah ke daerah bernama Kudai yang berjarak sekitar 10 km dari Zaidi. Dari situ, air zamzam diangkut dengan truk tangki ke Zamazemah United Office. ”Air zamzam yang dikemas ini hanya untuk jemaah haji. Tidak untuk diperjualbelikan,” katanya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, kata Hasan, air zamzam untuk jemaah disediakan dalam bentuk galon yang diletakkan di hotel-hotel jemaah. Namun, kini dikemas dalam botol agar lebih mudah dibawa jemaah.

Photo

Pabrik pengemasan air zamzam. (Media Center Haji)

Jatah 5 liter yang diberikan kepada setiap jemaah haji sebenarnya terbilang banyak. Sebab, di masa lalu, jemaah haji yang pulang ke tanah air hanya membawa air zamzam dalam wadah kecil berukuran sekitar 100 ml. Ketika tiba di rumah, air zamzam itu dapat dicampur dengan air biasa.

”Menurut penelitian, apa yang dilakukan jamaah haji itu bagus dan benar karena tidak perlu membawa banyak air. Tinggal dicampurkan ke air yang ada di rumah. Tidak mengurangi keasliannya,” papar Hasan.

Air zamzam diyakini memiliki banyak khasiat. ”Air zamzam adalah air yang bisa menjadi syifa atau obat. Manfaat dan khasiatnya baik,” imbuh Sekretaris Eksekutif Zamazemah United Office Abdul Basit Yahya Al-Mahdi.

Karena khasiatnya itu, tidak sedikit jemaah haji yang ingin membawa pulang lebih banyak air zamzam dari jatah yang sudah disiapkan di asrama haji. Sayang, ada aturan penerbangan dan mesin X-ray. (*)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore