alexametrics

Jokowi: Komentar Injak Gas Dan Rem Mudah, Tapi Praktiknya Sulit

22 Januari 2021, 10:09:22 WIB

JawaPos.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku penanganan pandemi Covid-19 tidak mudah bagi semua negara. Termasuk, pemulihan ekonomi akibat wabah pandemi pun sulit dilakukan.

Menurutnya, manajemen penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19 dan pemulihan ekonomi harus berjalan beriringan. Sehingga, pengaturannya pun harus pas dan tidak mudah membagikan telapak tangan.

“Mengatur manajemen gas dan rem, ini juga harus pas. Sesuatu yang tidak mudah dalam praktik. Yang komentari mudah, tapi mempraktikkan itu yang sulit,” ujarnya secara virtual, Kamis (21/1).

Jokowi menjelaskan, dalam jangka pendek bantuan untuk penanganan ekonomi di masa pandemi yang masih berlangsung terus dikucurkan. Hal itu dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat. Mulai dari bantuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), insentif pajak, bantuan modal darurat, hingga Kartu Prakerja.

“Yang terkena PHK, yang belum kerja, yang berkaitan dengan Kartu Prakerja, ini juga terus. Untuk apa, agar ada daya beli, agar ada konsumsi, agar ada demand. Meskipun sebetulnya ruang yang paling besar untuk memperkuat menaikkan, meningkatkan demand itu adalah di kelas menengah yang sampai saat ini belum bergerak” ungkapnya.

Jokowi manambahkan, hal penting lainnya yang harus terus dilakukan dalam jangka pendek adalah disiplin protokol kesehatan. Pemerintah daerah hingga pengusaha harus meminta masyarakat dan karyawannya untuk menjalankan protokol kesehatan.

Hal ini harus dilakukan oleh semua pihak, bukan hanya kepada para pengusaha tapi juga pemerintah daerah dari para Gubernur, Walikota, hingga ke lingkungan yang paling kecil RT dan RW agar selalu mengingatkan penerapan protokol kesehatan.

“Ini sangat penting jangka pendek yaitu, bagaimana memberi tahu masyarakat bahwa disiplin terhadap protokol kesehatan adalah kunci,” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Romys Binekasri




Close Ads