
istimewa
JawaPos.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menceritakan perjuangan pemerintah dalam pengadaan kebutuhan vaksin Covid-19 untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sejak pandemi Covid-19 menyelimuti tanah air pemerintah langsung berkoordinasi dengan berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan vaksin.
Erick mengaku, pengembangan vaksin membutuhkan waktu yang tidak singkat namun diupayakan secepatnya paling lambat 1,5 tahun. Karena dalam kondisi yang mendesak akhirnya pemerintah melakukan opsi lain yaitu mencari dan membeli vaksin di negara lain. Akan tetapi, saat itu vaksin menjadi barang langka karena tidak banyak negara yang memiliki stok vaksin.
’’Mungkin beberapa negara yang sudah terdampak duluan mungkin sudah punya. Kayak Tiongkok misalnya. Atau negara di Eropa, Amerika juga bisa dan sudah trial," ujarnya secara virtual, Jumat (17/9).
Erick melanjutkan, dalam memburu vaksin dibutuhkan kesigapan dan kecepatan dalam menghubungi perusahaan produsen vaksin. Pemerintah pun langsung menghubungi beberapa perusahaan. Bahkan, pemerintah pun sempat diacuhkan oleh beberapa produsen vaksin. "Kita buka-bukaan saja, kita pernah sempat nggak direspons," ungkapnya.
Meskipun diacuhkan, kata Erick, pemerintah memutar otak untuk mencari cara lain dalam melakukan pendekatan dengan negara-negara yang mana perusahaan di negara tersebut memproduksi vaksin. Salah satunya Tiongkok yang memiliki hubungan akrab dengan Indonesia.
Sehingga, vaksin pertama yang berhasil didapatkan oleh Indonesia adalah Sinovac. "Kebetulan kita berhubungan baik dengan Tiongkok. Kita coba di 2020 ke sana sama Bu Menlu. Pendekatan ke sana, responsnya positif, kita disepakati dapat vaksin," jelasnya.
Selain Tiongkok, pemerintah juga memburu vaksin ke Inggris untuk mendapatkan vaksin Astra Zenecca. Setelah itu baru lah akses vaksin ke berbagai pihak bisa didapatkan Indonesia. Termasuk juga dari GAVI, organisasi vaksin di bawah WHO.
Perburuan pemerintah pun membuahkan hasil. Bahkan, Erick menyebut, saat ini Indonesia masuk ke dalam negara ke enam dengan vaksinasi tertinggi di dunia. "Kita mungkin sekarang ini top six vaksinasi di dunia, negara dengan vaksin tertinggi," urainya. (*)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
