Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Maret 2026, 20.53 WIB

Dokter Internship Meninggal karena Campak, Kemenkes akan Beri Vaksin

ilustrasi orang yang terkena campak. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi orang yang terkena campak. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mempercepat analisis uji klinis vaksin campak untuk memperluas program vaksinasi campak bagi kelompok dewasa, khususnya tenaga medis. Langkah itu dilakukan menyusul meninggalnya dokter internship karena campak di Cianjur.

“Menanggapi kasus yang menimpa dokter internsip, Kemenkes berkomitmen memberikan vaksinasi campak bagi seluruh peserta program internsip," ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kemenkes Andi Saguni kepada wartawan, Selasa (31/3).

Selain itu, Andi menegaskan bahwa pihaknya telah mewajibkan wahana penempatan dokter internship untuk memastikan ketersediaan APD serta mengatur beban kerja dan hak istirahat yang cukup bagi nakes yang menangani penyakit menular.

Ia pun mengingatkan pentingnya disiplin operasional untuk mencegah penularan kasus campak terhadap tenaga kesehatan.

“Jika muncul gejala sekecil apa pun, segera melapor, beristirahat penuh, dan tidak memaksakan diri untuk bertugas,” pungkasnya.

Sebelumnya, salah satu kasus campak fatal menimpa seorang dokter internsip di Kabupaten Cianjur, berinisial AMW, 25, yang meninggal dunia pada 26 Maret 2026 akibat komplikasi campak pada jantung dan otak.

AMW diduga terpapar saat menangani pasien campak pada 8 Maret, namun tetap bertugas meski telah bergejala demam sejak 18 Maret. Kondisinya memburuk dengan munculnya ruam pada 21 Maret, hingga akhirnya mengalami penurunan kesadaran dan tidak tertolong setelah dirawat di ICU RS Cimacan. Kasus ini telah terkonfirmasi positif campak melalui pemeriksaan laboratorium Biofarma.

Kejadian ini terjadi saat Kabupaten Cianjur mencatat total 15 suspek dan 10 kasus campak terkonfirmasi, dengan puncak kasus terjadi pada minggu ke-10.

Secara nasional, sekitar 8 persen kasus campak menginfeksi kelompok dewasa (di atas 18 tahun), di mana faktor komorbid dan tingginya intensitas paparan menjadi pemicu risiko keparahan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore