Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juni 2021 | 17.11 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak, Dokter: Bisa Tembus 15 Ribu Per Hari

RAWAN TERTULAR: Lonjakan kasus Covid-19 membuat IGD RSUP dr Kariadi, Semarang, penuh. Sebagian pasien akhirnya terpaksa dirawat di selasa dengan ditemani keluarga. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG) - Image

RAWAN TERTULAR: Lonjakan kasus Covid-19 membuat IGD RSUP dr Kariadi, Semarang, penuh. Sebagian pasien akhirnya terpaksa dirawat di selasa dengan ditemani keluarga. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

JawaPos.com - Kasus Covid-19 di Indonesia mulai melonjak tiap harinya. Pada Kamis (17/6), kenaikan angka kasus positif nasional mencapai 12.624 kasus. Kasus tertinggi disumbang DKI Jakarta dengan angka 4.144 kasus. Melihat tren tersebut, diprediksi akan ada pertambahan kasus kelipatan 2 ribu kasus positif tiap harinya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam, mengungkapkan, jika kasus bertambah hampir 2 ribuan per hari, maka dikhawatirkan DKI Jakarta bisa seperti Kudus, Jawa Tengah. Sebab DKI Jakarta sedang dilanda penyebaran mutasi varian Delta dari India yang cepat menular.

"Ini semua kumulatif lah, pertama kumulatif pasca Lebaran dan adanya varian delta nih. Jakarta bisa kayak Kudus nih terus terang aja. Yang fokus kan sekarang Jakarta nih. Kalau Bandung kita belum tahu tuh. Kalau Jakarta kan didominasi varian delta," tegas Prof Ari kepada JawaPos.com, Kamis malam (17/6).

Baca Juga: Kasus Covid-19 Meroket Drastis, Sehari 12.624 Orang Positif

Menurut Prof Ari, kasus di DKI Jakarta kemarin berlipat bertambah 2 ribu menjadi 4 ribu kasus. Jadi diperkirakan hari ini, Jumat (18/6), kasus Indonesia atau nasional bisa mencapai 15-16 ribu kasus.

"Varian Delta ini cepat sekali menular. DKI Jakarta akan dobel bertambah 2 ribu tiap hari. Kemarin 2 ribu, sekarang 4 ribu, besok bisa tambah 2 ribu lagi. Lalu ditambah dari daerah seribu hingga 2 ribu juga," ungkapnya.

Sehingga tak perlu menunggu sampai minggu depan, kata Prof Ari, saat ini saja RS sudah kolaps. Banyak pasien sudah mengantre di IGD untuk mendapatkan ruang perawatan dan ICU.

"Sekarang saja RS sudah kolaps. Jangan sampai pasien meninggal di IGD karena tak mendapatkan tempat tidur," kata Prof Ari.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore