
Pegawai KPK menggelar aksi unjuk rasa di kantor KPK, Jakarta, Jumat (6/9/2019). Dalam aksinya mereka menolak revisi UU KPK dan menolak calon pimpinan KPK yang diduga bermasalah. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Dalam tahapan wawancara tes peralihan status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN), pegawai KPK ditanyakan perihal hal-hal yang berbau radikalisme. Tak hanya di tes tertulis, dalam tahapan wawancara, pertanyaan konsep jihad juga ditanyakan kembali saat calon ASN ini menjalani tahapan tes wawancara.
Salah satu sumber JawaPos.com bercerita jika dirinya ditanyakan kembali soal konsep jihad oleh sang pewawancara. Yang aneh, kata sumber yang tak lain merupakan pegawai perempuan KPK ini, dia ditanya soal kepemilikan media sosialnya.
“Ustad yang di follow siapa?,” kata sang sumber menirukan pertanyaan pewawancara, saat berbincang dengan JawaPos.com, Sabtu (8/5).
Mendapat pertanyaan tersebut, dia pun menjawab, “ Ustad Aa Gym,” kata sumber.
Sementara itu, mendapat jawaban yang dilontarkan peserta wawancara itu, sang pewawancara pun kembali bertanya, “Aa Gym kan cerai dan poligami kok kamu follow dia sih?” tanya sang pewawancara.
Sementara itu, mendapat tanggapan yang tak mengenakan, sang sumber pun menjawab diplomatis atas pernyataan yang dilontarkan sang pewawancara.
“Itu kan masalah pribadi dia (Aa Gym). Yang penting kan keilmuan dan penyampaian dia baik, jadi bisa jadi bahan referensi,” jawab sang sumber pada pewawancaranya.
Narasi tentang radikalisme dan Taliban belakangan kembali mencuat. Isu sensitif ini kembali diarahkan terhadap para penggawa KPK yang gencar memberantas korupsi seperti Novel Baswedan dan sejumlah pegawai KPK lain. Padahal kenyataannya, delapan dari tujuh puluh lima pegawai KPK yang dinilai tak lolos tes wawasan kebangsaan KPK berasal dari berbagai agama Nonmuslim seperti Nasrani dan Budha. Sehingga mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas menilai, narasi Radikal dan Taliban sengaja digaungkan buzzer-buzzer untuk menggerus kelompok pegawai KPK yang menghabisi koruptor dan sekutunya.
Baca juga: Kejanggalan Asesmen TWK KPK, Ditanya ‘Kalau Pacaran Ngapain Aja?’
"Isu taliban sama sekali memang tidak pernah ada. Justru isu itu membuktikan adanya radikalisme politik, radikalisme yang dilakukan oleh imperium-imperium buzzer yang selalu mengotori perjalanan nilai-nilai keutamaan bangsa," kata Busyro dalam diskusi daring, Jumat (7/5).

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
