Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Maret 2021 | 17.53 WIB

Sanur, Nusa Dua, dan Ubud Jadi Proyeksi Zona Hijau Bebas Covid-19

TAK BERLAYAR: Perahu wisata ditambatkan di perairan Pulau Serangan, Bali, pada 13 Maret 2021. Saat ini lokasi tersebut masih ditutup untuk wisatawan akibat pandemi covid-19. (SONNY TUMBELAKA/AFP) - Image

TAK BERLAYAR: Perahu wisata ditambatkan di perairan Pulau Serangan, Bali, pada 13 Maret 2021. Saat ini lokasi tersebut masih ditutup untuk wisatawan akibat pandemi covid-19. (SONNY TUMBELAKA/AFP)

JawaPos.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin akan memberikan dukungan kepada pemerintah daerah Bali untuk menjadikan Free Corridor Covid-19. Ada tiga daerah di Bali yang rencananya dijadikan Free Corridor Covid-19, yakni Sanur, Nusa Dua, dan Ubud. Tiga daerah itu diusulkan untuk menjadi zona hijau bebas Covid-19.

Langkah awal yang akan dilakukan adalah vaksinasi massal. Kegiatan itu difokuskan pada orang yang tinggal dan beraktivitas di tiga wilayah tersebut. Dinas Kesehatan Provinsi Bali mendata dan menemukan 151 ribu orang harus divaksin.

Budi berpendapat, langkah itu sangat penting untuk membangkitkan kembali industri pariwisata Bali di dunia internasional. Bali bisa menjadi contoh destinasi wisata yang aman dan sehat. ’’Ini menjadi contoh destinasi wisata dunia. Jadi, orang datang merasa aman, tidak takut apa pun karena demikian disiplinnya kita menjaga kesehatan,” tuturnya.

Photo

MENARIK PERHATIAN: Sejumlah jukung di Pantai Sanur kemarin (14/3). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Dia menekankan, untuk mewujudkan zona hijau bebas Covid-19, daerah yang terpilih harus 100 persen aman dan sehat. ’’Saya setuju semua disuntik vaksin di dua daerah itu. Kalau bisa, suntikan pertamanya kita mulai segera. Saya pengin Maret sudah mulai,” katanya.

Baca juga: Ada 14 Kecamatan Masuk Zona Hijau di Kabupaten Probolinggo

Selain vaksinasi, pihaknya menekankan pergerakan masyarakat maupun transportasi yang keluar masuk kawasan benar-benar dipantau. Penerapan 3T dilakukan secara masif sesuai standar WHO. Disediakan juga infrastruktur seperti RS maupun lab PCR yang bagus. ’’Harus ada lab PCR di sekitar kawasan wisata Ubud agar efisien, kalau bisa di atas 500 spesimen per hari. Dan itu nggak boleh lama, selesainya paling lama 24 jam,’’ ujarnya.

Baca juga: WHO-UE Bantu Penanganan Pandemi di Indonesia

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://youtu.be/29Q7A3EmUCY

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore