
Ilustrasi logo Muhammadiyah
JawaPos.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan, persyarikatan Muhammadiyah memperingati Milad ke-108 berada dalam suasana bangsa dan dunia masih menghadapi pandemi Covid-19.
Sebagai kaum beriman, pandemi ini merupakan musibah yang harus dihadapi dengan ikhtiar dan doa agar Allah SWT mengangkat wabah ini atas segala kuasanya.
"Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Aisyiyah, dan seluruh komponen gerakannya sejak awal terus berbuat yang maksimal dalam menghadapi sekaligus mencari solusi atas pandemi ini. Muhammadiyah mengambil langkah memberi solusi dalam usaha kesehatan, sosial-ekonomi, edukasi masyarakat dan panduan keagamaan hasil ijtihad Tarjih. Alhamdulillah kiprah Muhammadiyah memperoleh apresiasi dari berbagai pihak dan masyarakat luas," kata Haedar dalam sambutannya pada Milad Muhammadiyah ke-108 secara virtual, Rabu (18/11).
Haedar menyatakan, Muhammadiyah terus berikhtiar agar usaha menghadapi pandemi makin ditingkatkan dan tidak boleh surut. Pandemi covid-19 ini telah membawa dampak sangat luas dalam kehidupan.
"Data dunia pada 15 November 2020 menunjukkan jumlah kasus tersebar di 189 negara yang terkonfirmasi mencapai 54.780.802 juta, kematian 1.323.841 juta jiwa, serta pasien sembuh 35,7 juta orang," ujar Haedar.
Sementara itu kasus Covid-19 di Indonesia, sambung Haedar, berdasarkan data pada 15 November 2020 tercatat naik menjadi 467.113 kasus, pasien sembuh 391.991 orang dan meninggal 15.211 orang. Dia menegaskan, pandemi ini sungguh belum berakhir.
"Karenanya Muhammadiyah mengajak semua pihak dan warga bangsa untuk bersama-sama berusaha menghadapi musibah ini dengan segala ikhtiar yang maksimal. Tegakkan aturan serta disiplin protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya," pinta Haedar.
Haedar mengharapkan, warga Muhammadiyah tetap harus bersemangat dalam menggerakkan
usaha-usaha memajukan kehidupan. Menurutnya, di tengah pandemi dan banyak masalah negeri segenap warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah diharapkan terus bersemangat menggerakkan organisasi serta menjalankan peran keumatan dan kebangsaan sesuai kondisi.
"Karena kendala luring atau offline disebabkan pandemi, maka dapat dikembangkan kegiatan-kegiatan daring atau online untuk menjaga gerak organisasi tetap hidup," ucap Haedar.
Jika semua pihak sudah berikhtiar dengan sungguh-sungguh dan optimal dalam menghadapi pandemi masalah negeri, sambung Haedar, maka selebihnya bertawakal dengan sabar dan pengharapan tinggi kepada Allah. Dia menyebut, tidak perlu saling bersesal diri, berpatah asa, mencurigai, serta menghujat dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah negeri. "Yakinlah, terdapat kuasa dan rahasia Tuhan di tengah masalah yang dihadapi
saat ini. Kewajiban kita sebagai bangsa ialah berikhtiar mencari solusi dengan mengerahkan segenap kemampuan," urai Haedar. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022