
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat berpidato di Jambore Kader Komunitas Juang se- Jawa Tengah di Gor Satria Purwokerto, Banyumas, Minggu (10/2).
JawaPos.com - Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, meminta agar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersedia memberikan data wilayah rawan bencana. Agar pihaknya bisa membantu Pemerintah dalam menyosialisasikan informasi potensi bencana, hingga memberikan bantuan penanganan pasca bencana.
Hal itu disampaikan Megawati sebagai tanggapan atas paparan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengenai potensi bencana alam di Indonesia sejak akhir 2020 ini hingga beberapa tahun ke depan.
Dari bencana banjir, gempa, likuifaksi, hingga tsunami. Dwikorita hadir sebagai narasumber dalam Rapat Koordinasi Bidang Nasional Kebudayaan dengan tema 'Gerakan Menanam Pohon Kepala Daerah PDIP se-Indonesia', Sabtu (31/10).
"Untuk praktisnya, dengan PDIP, daerah-daerah yang bisa sampai pada tingkat RT di sebuah daerah, tolong diberi tahu,kami akan sebarkan dengan spesisfikasinya, apa yang mungkin terjadi. Hal-hal kemungkinan akan terjadi sampai 2021, supaya kami menginstruksikan nantinya," kata Megawati kepada Dwikorita di hadapan peserta rapat.
Kata Megawati, pihaknya juga siap membantu penanganan pasca bencana. Sebab PDIP memiliki Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) yang sudah terbukti berkali-kali berkolaborasi dengan unsur Pemerintahan dalam membantu rakyat.
"Kami sendiri masih perlu banyak pembelajaran soal tata ruang,kepala daerah yang sangat minim memperhatikan masalah ini," kata Megawati.
Megawati juga menanggapi lontaran Dwikorita soal potensi bencana akibat puncak musim lanina. Menurut Megawati, ketika membaca informasi soal hal itu, dirinya langsung mengontak sekretaris kabinet. Tujuannya menitip pesan ke presiden agar masalah ini diseriusi didalam rapatkabinet.
"Saya katakan sampaikan segera ke presiden, jangan hal ini seperti tidak diperhatikan. Tolong ada rapat kabinet. Karena seperti disampaikan Ibu Dwikorita, sekarang kita masih prihatin pandemi. Sehingga ketika tadi dikatakan harus mulai diperhatikan awareness, perhatian yang penuh," kata Megawati.
Megawati lalu mengaku dirinya sudah sejak lama meminta agar Indonesia setidaknya bisa meniru Jepang. Di sana, bahkan sejak TK, seorang anak sudah diberi tahu kondisi alam negaranya yang rawan bencana. Setiap keluarga diajari langkah-langkah menyelamatkan dirinya jika terjadi bencana, termasuk sistem pengamanan jika bencana terjadi. Misal soal simbol sirine, hingga wilayah evakuasi yang sudah dilengkapi fasilitas.
"Bayangkan, kapan kita mau menuju seperti itu?" ungkapnya.
Megawati juga mengingatkan agar rakyat Indonesia seharusnya tak melupakan kearifan lokal menyangkut bencana. Dia menyontohkan kejadian tsunami di Meulaboh Aceh, dimana hewan-hewan bergerak ke atas bukit sebelum tsunami datang.
"Maka insting manusia Indonesia juga harus diperkuat. Ayo mari bersama kita mencoba. Saya harap kita jangan sekedar bicara saja. Tapi kerjakan pengetahuan saja," pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=QX_OAvRrl8s

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
