Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Juli 2020 | 02.49 WIB

Berkurban, Pelipur Rindu Jamaah yang Tertunda Berangkat Ibadah Haji

ACT saat menyalurkan kurban ke Suriah. ACT melalui Global Qurban siap menyalurkan amanah para pekurban. - Image

ACT saat menyalurkan kurban ke Suriah. ACT melalui Global Qurban siap menyalurkan amanah para pekurban.

JawaPos.com - Tertundanya Ibadah Haji 1441 H, bukan berarti melemahkan semangat beramal soleh bagi setiap muslim sedunia. Niat berhaji tentunya didasari pada ketauhidan dan ketakwaan yang kuat, yaitu beribadah semata-mata hanya untuk Tuhan yang Maha Esa.

Meskipun di momen bulan Dzulhijah ini, berhaji tidak bisa dilaksanakan. Masih ada berkurban, yang dapat dijadikan sebagai puncak ibadah di tahun ini. Apalagi, sebelumnya, ketika Bulan Ramadan, masyarakat menjalaninya tanpa pergi ke Masjid demi memitigasi penyebaran virus.

Dengan kurban terbaik, sekaligus pelipur rindu baitullah yang tertunda, jangan sia-siakan kesempatan berkurban yang merupakan puncak ibadah di bulan Dzulhijjah.

Sama halnya seperti tekad berhaji, diperlukan komitmen dan niat untuk menunaikan kurban. Terlebih di tengah pandemi Covid-19, di mana kekhawatiran harta menjadi hal yang memberatkan sebagian orang untuk berkurban.

“Syariat islam yang Tuhan perintahkan pasti memiliki hikmah yang sangat besar. Dalam hal berkurban dan berhaji dimana nominalnya cukup besar bagi sebagian orang, tidak pernah ada cerita seseorang menjadi jatuh miskin akibat menjalankan ibadah tersebut. Bisa jadi dengan kurban, Tuhan akan buka pintu rejeki yang lain karena dia telah menegakkan perintah-Nya,” tegas Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar melalui keterangan resmi, Senin (27/7).

Dalam sejarahnya, syariat kurban memiliki hikmah yang sangat banyak. Jika ditelisik lebih dalam, pelaksanaan kurban tidak hanya sebatas syariat Islam, tetapi juga pembuktian cinta pada Sang Pencipta tetapi juga jembatan silaturahim dengan sesama muslim.

Pelaksanaan kurban di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini juga memiliki dimensi sosial sebagai penyelamatan jiwa karena sebagian besar dari masyarakat terdampak secara ekonomi.

Poin keikhlasan menjadi landasan perintah berkurban terkait dengan kondisi pandemi saat ini karena masyarakat sedang dalam ekonomi merosot, nafkah kian sulit dicari, kebutuhan sehari-hari sulit dipenuhi.

Sebab, betapa banyak umat muslim yang enggan kurban terlebih di saat krisis akibat pandemi Covid-19. Keterbatasan harta tentu menjadi kekhawatiran yang dirasakan sebagian besar masyarakat karena Covid-19 di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian.

Hafit, Presiden Global Qurban-ACT mengatakan, ketaatan dalam ibadah di tengah pandemi tak boleh melemah, segala bentuk seruan segera disiapkan dan dilaksanakan. Termasuk berkurban yang bakal jatuh pada akhir Juli mendatang. Melalui tema Labbaik Berqurban Terbaik, Global Qurban-ACT ingin mengajak masyarakat untuk menunaikan ibadah kurban di masa pandemi yang memberi dampak signifikan di berbagai aspek kehidupan ini di www.globalqurban.com.

Global Qurban yakin, masyarakat Indonesia tak pernah lemah dalam berbuat baik, termasuk dalam berkurban yang akan Global Qurban salurkan untuk masyarakat prasejahtera nantinya.

“Insyaallah, kami akan menyalurkan hewan kurban masyarakat Indonesia ke berbagai daerah, khususnya yang dihuni masyarakat prasejahtera dan episentrum penyebaran Covid-19. Akan ada ratusan hewan kurban setara kambing yang disembelih dengan jutaan penerima manfaat. Global Qurban juga mengirimkan hewan kurbannya, khususnya ke negara yang sedang dirundung konflik kemanusiaan,” pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore