
Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) saat debat kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (18/2) malam.
JawaPos.com - Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) mengklaim tidak ada kebakaran hutan dan gambut selama tiga tahun terakhir, tepatnya selama dia menjabat sebagai presiden. Hal itu diungkapkan dalam debat capres kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2) malam.
Namun, pernyataan Jokowi tersebut rupanya tidak sesuai dengan data yang dimiliki Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Berdasarkan data Walhi, fakta di lapangan menyebut bahwa pada 2018 terdapat 8.617 titik panas akibat kebakaran hutan. Sebanyak 3.427 di antaranya berada di lahan gambut.
“Dalam konteks ini, mungkin Pak Jokowi gerogi sampai-sampai dia bilang nggak ada. Harusnya berkurang, bukannya tidak ada,” ujar Pengkampenya Energi dan Perkotaan Walhi Dwi Saung saat ditemui di kantor Walhi, Jakarta Selatan, Senin (18/2).
Dwi pun menyayangkan sikap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang seakan membela pernyataan Jokowi. Bahkan, mereka mengubah definisi kebakaran hutan dengan menyebut ekspor asap.
“Yang saya sayangkan adalah KLHK. KLHK membela pernyataan (Jokowi) itu. Ini kan nggak benar ya. Menguubah definisi seenaknya. Ini menunjukan bahwa KLHK tidak ada pembuktian,” tegas Dwi Saung.
“Yang kami tahu, ada kebakaran di Kalimantan cukup besar. Terus kemarin kalau kita lihat di aplikasi kami, di Dumai sudah mencapai level 300 sudah tahap bahaya. Jadi nggak diakui sama KLHK. Mungkin KLHK lebih peduli pada orang-orang Malaysia dan Singapura dibandingkan Indonesia,” tambah dia.
Sebelumnya, Jokowi memaparkan visi misinya dalam debat capres kedua di pilpres 2019. Mantan wali kota Solo itu bahkan mengklaim selama tiga tahun terakhir tidak ada kebakaran hutan dan gambut.
"Dalam tiga tahun ini tidak terjadi lagi kebakaran hutan kebakaran lahan gambut, dan itu adalah kerja keras kita semua," ungkap Jokowi dalam debat di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2).
Sementara itu, dalam akun Twitter Greenpeace Indonesia (GPI) @GreenpeaceID menyebut bahwa kebakaran masih kerap terjadi sampai sekarang. "Sejak tragedi kebakaran hutan terbesar 2015, kebakaran hutan dan lahan terus terjadi setiap tahunnya hingga sekarang. #DebatCapres." tulis akun @GreenpeaceID.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
