Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Maret 2018 | 23.09 WIB

Megawati Disambut Istimewa di Mabes Polri, Ini Alasan Anak Buah Tito

Presiden kelima Megawati Soekarnoputri disambut dengan karpet merah dan defile juga marching band saat mengunjungi Mabes Polri. - Image

Presiden kelima Megawati Soekarnoputri disambut dengan karpet merah dan defile juga marching band saat mengunjungi Mabes Polri.

JawaPos.com - Sambutan meriah diberikan Korps Bhayangkara kepada Presiden kelima Megawati Soekarnoputri. Hal itu tampak ketika Ketua Umum PDIP itu datang bersama Tim Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Rabu (21/3).


Megawati datang disambut dengan karpet merah yang  digelar mulai dari pintu gerbang hingga Gedung Utama Mabes Polri. Bahkan defile pasukan dan marching band Polri pun ikut mengiringi langkah Megawati yang besok bakal dilantik sebagai Ketua Dewan Pengarah lembaga bentukan Presiden Joko Widodo itu.


Dari pantauan JawaPos.com, tampak Megawati mendapat perlakuan khusus. Dia berjalan di karpet merah didampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian.


Setelah penyambutan itu, rombongan BPIP dan Polri langsung melakukan pertemuan secara tertutup. Hingga acara tuntas sekitar pukul 13.30 WIB, para awak media hanya diperbolehkan melihat dari jauh.


Sebelumnya, awak media dikabarkan akan ada konferensi pers untuk membicarakan hasil pertemuan itu. Namun, dari kejauhan, Megawati dan rombongan pun berlalu pergi. Begitu pula dengan Kapolri Tito.


"Mohon maaf tadi karena ada sesuatu hal Ibu Mega dengan Bapak Kapolri tidak jadi (konferensi pers), diganti dengan kadiv humas," ujar Irjen Pol Setyo Wasisto kepada wartawan di lobi Gedung Utama Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta.


Ditanya mengapa penyambutan Megawati tampak istimewa, Kadiv Humas Mabes Polri itu mengatakan bahwa memang Megawati adalah tamu kehormatan Polri. "Inikan termasuk tamu kehormatan," tegasnya.


Terlebih, Megawati adalah presiden terakhir yang ditunjuk langsung oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).


"Tadi ibu juga menyampaikan beliau adalah presiden terakhir berdasarkan TAP-MPR karena setelah itu pemilihan presiden (dilakukan secara) langsung," tukas Setyo. 

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore