
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat pengumuman calon gubernur dan calon wakil gubernur yang diusung Partai Demokrat di Pilkada Serentak 2018, di kantor DPP Partai Demokrat.
JawaPos.com – Indonesia bakal bubar pada tahun 2030. Pernyataan itulah yang diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto dalam sebuah video berdurasi 1 menit 18 detik.
Menanggapi pernyataan itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto mengaku yakin Indonesia di 2030 tidak akan bubar seperti yang diungkapkan oleh Prabowo Subianto. Sebaliknya, Agus yakin Indonesia akan mencapai masa keemasan pada 2045.
“Mungkin sebaliknya (dari pernyataan Prabowo). Apalagi apa yang disampaikan Mas AHY selalu bahwa kita akan mencapai Indonesia emas di 2045,” ujar Agus di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/3).
Menurut Agus, boleh jadi Danjen Kopassus itu mengutip kajian yang berbeda dari kajian yang menjadi dasar Partai Demokrat. Sehingga, Prabowo bisa mengungkapkan Indonesia akan bubar di 2030.
“Mungkin, barang kali kajian-kajiannya (Pak Prabowo) sedikit agak berbeda. Tetapi kami meyakini bahwa Indonesia di 2045 akan menjadi Indonesia emas,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto secara mengejutkan menyebut bahwa pada tahun 2030 nanti negara Indonesia diprediksi akan bubar.
Pernyataan itu termuat dalam sebuah video berdurasi 1 menit 18 detik yang di-posting di akun resmi Facebook Gerindra, Senin (19/3).
Berikut kutipan pernyataan dalam video Prabowo terkait prediksi kehancuran Indonesia di 2030.
Saudara-saudara, kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.
Bung! mereka ramalkan kita ini bubar. Elite kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen, rakyat kita tidak apa-apa, bahwa hampir seluruh aset dikuasai 1 persen tidak apa-apa, bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil keluar negeri tidak tinggal di Indonesia tidak apa-apa, ini yang merusak bangsa kita saudara-saudara sekalian.
“Semakin pintar semakin tinggi kedudukan semakin curang! Semakin culas! Semakin maling. Tidak enak kita bicara tapi sudah tidak ada waktu untuk berpura-pura lagi.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
