Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Juli 2017 | 05.00 WIB

Dugaan kolusi di Seleksi Akpol, Mabes: Itu Biasa di Penerimaan Polisi

Taruna akpol sedang berbaris. - Image

Taruna akpol sedang berbaris.

JawaPos.com - Penambahan kuota yang dilakukan Polda Sumatera Utara terhadap calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) berujung kisruh. Pasalnya diduga ada kolusi di praktik itu, karena ada satu taruna yang ditambahkan dan diambil dari peringkat bawah.



Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menerangkan, dia belum tahu apakah benar yang diloloskan itu adalah anak pejabat atau bukan. Namun, dirinya memang membenarkan bila ada penambahan.



Martinus juga belum mengecek apa yang menjadi keunggulan taruna itu hingga diluluskan. 



"Itu saya  yang belum cek kelebihannya apa. Tapi itu adalah berdasarkan talent scoutting usulan dari kepolisian daerah setempat yang kemudian disetujui oleh Mabes Polri untuk test bersama-sama di tingkat pusat," terangnya, Jumat (14/7).



Dari kuota awal menurut dia, Polda Sumut hanya dikirim 14 calon saja, tapi setelah ada usulan dan disetujui, akhirnya diloloskan satu. 



"Tapi saya tahu memang ada satu yang ikut jadi 15 orang yang dikirim Jadi 15 ini, 14 pria 1 wanita," tambah dia.




Hal itu adalah biasa dalam penerimaan anggota polisi baik bintara dan Akpol. "Jadi saya kira itu umum apabila ada usulan dari daerah yang kemudian bisa mengatakan bahwa ini cukup baik dan berprestasi," tukas dia. (elf/JPG)

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore