Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Juli 2017 | 01.09 WIB

Kapolri Tito: Saya Tidak Mau Selesai Sampai 2022

Jenderal Tito berencana untuk pensiun dini. - Image

Jenderal Tito berencana untuk pensiun dini.

JawaPos.com - Kuatnya tekanan kerja pada Polri membuat Kapolri Tito Karnavian memilih untuk pensiun dini dari korps Bhayangkara. 




Niatan untuk segera mengakhiri masa tugasnya itu diakui Tito karena hal itu merupakan langkah terbaik menghindari stres, mengingat umurnya tergolong muda saat memimpin Polri.



"Saya sampaikan kalau boleh saya pilih, saya tidak mau selesai sampai 2022. Terlalu lama. Tidak baik bagi organisasi, tidak baik bagi saya sendiri," kata Tito di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (10/7).



Tito menilai, organisasi butuh regenerasi pimpinan agar instansi dan bawahan tidak jenuh. Dia menganggap, pemimpin yang lama memegang tongkat komando, akan berdampak buruk bagi bawahannya.



"Organisasi butuh penyegaran, perlu ada pimpinan baru. Bayangin kalau saya jadi kapolri terus, enam tahun, tujuh tahun, anggota bosan, organisasi bosan, saya juga bosan," jelas dia.



Tito menuturkan, menjadi Kapolri penuh dengan tekanan dan kerap dihantui dengan stres.



"Saya katakan, jadi Kapolri penuh dengan kehidupan yang stressfull, banyak persoalan," jelasnya.



Wajar, kata Tito, ia ingin kehidupan yang lebih tenang dan damai. Oleh karenanya, dia menganggap pensiun merupakan langkah yang tepat



"Kemungkinan ada waktu yang saya anggap tepat, mungkin akan pensiun dini. Karna saya lama di luar negeri, dengar kata pensiun dini itu bukan sesuatu yang aneh," jelasnya. 



Sebelum mencapai puncak karirinya Tito mengenyam pendidikan di SMA Negeri 2 Palembang kemudian melanjutkan pendidikan AKABRI pada tahun 1987.



Tujuannya, saat itu sederhana saja, karena Tito tidak ingin merepotkan orang tuanya lagi, Jadi Ia memilih sekolah yang gratis, yakni masuk AKABRI. 



Tahun 1993, Tito menyelesaikan pendidikan di Universitas Exter di Inggris dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies.



Tak berhenti disitu, Tito juga berhasil menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih Strata 1 dalam bidang Police Studies.



Jalan Tito menjadi polisi seperti sudah digariskan sang maha Kuasa, pasalnya meski Tito diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya,  Hubungan Internasional di Universitas Gajah Mada dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Tito tetep memilih Akademi kepolisian. 

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore