
MENGADU KE DEWAN: Keluarga laskar FPI yang menjadi korban penembakan di Tol Cikampek dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPR di Jakarta, Kamis (10/12). (HENDRA EKA/JAWA POS)
JawaPos.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terus melakukan pendalaman olah TKP kasus penembakan enam orang laskar pengawal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
Komisioner Komnas HAM, Khoirul Anam menyampaikan, dari hasil pendalaman, tempat kejadian perkara selama dua hari, pihaknya semakin mendapatkan titik terang. ’’Puzzle terangnya peristiwa semakin detail kami dapatkan, dan berharap semakin banyak yang diperoleh, semakin cepat terang,’’ kata Anam dalam keterangannya, Minggu (13/12).
Penelusuran Komnas HAM dilakukan untuk memberikan informasi secara rinci dan meluruskan informasi yang simpang-siur mengenai tewasnya enam simpatisan FPI itu. Itu karena terdapat dua versi kronologi yang bertolakbelakang antara Polri dan FPI dari peristiwa tersebut. ’’Harapan kami bagi masyarakat yang mengetahui peristiwa tersebut dapat memberi keterangan ke Komnas HAM,’’ ucap Anam.
Anam menyatakan, pihaknya kembali diundang oleh tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya (PMJ) untuk melihat rekonstruksi kejadian perkara yang dilakukan pada Minggu (13/12) malam ini di Tol Jakarta-Cikampek.
Namun, Komnas HAM tidak bisa memenuhi undangan tersebut. ’’Kami tidak bisa mengikuti untuk malam ini. Saya dan tim sedang mengkonsolidasi temuan sementara penyelidikan dari berbagai sumber,’’ ujar Anam. ’’Termasuk hasil olah TKP pendalaman pertama yang kami lakukan selama dua hari lalu,’’ sambungnya.
Selain itu, sambung Anam, pihaknya juga akan meminta keterangan dari Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. Keduanya dijadwalkan pemeriksaan sebagai saksi pada Senin (14/12) besok.
Seperti diketahui, belumnya, terjadi bentrokan antara polisi dan laskar pengawal pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin pukul 00.30 WIB. Dalam insiden itu, polisi menembak mati enam orang laskar FPI.
Kronologi peristiwa itu simpang-siur. Menurut keterangan polisi, anggota Polri terpaksa menembak laskar FPI karena mendapat perlawanan dengan senjata api dan senjata tajam. Sedangkan, menurut pihak FPI, keterangan polisi itu tidak benar. Tetapi para simpatisan FPI yang diserang polisi. Mereka juga membantah memiliki senjata api dan senjata tajam. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=zgiopAG53ns

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
