
Khatib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf menjadi pembicara di sebuah diskusi yang diprakarsai oleh America Jewish Commitee (AJC) Global Forum di Israel, Minggu (10/6).
JawaPos.com - Khatib Aam Nahdlatul Ulama (NU), KH Yahya Cholil Staquf tengah menjadi pusat perbincangan. Sebab ia memutuskan memenuhi undangan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk menjadi pembicara di sebuah diskusi yang diprakarsai oleh America Jewish Commitee (AJC) Global.
Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Helmy Faishal Zaini mengatakan, keberangkatan Gus Yahya atas nama pribadi dan tidak ada keterlibatan NU. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu datang ke Israel untuk memperjuangkan kedaulatan Palestina di mata Internasional.
"Intinya Gus Yahya hadir dalam kapasitas pribadi dan sama sekali tidak ada kerja sama dengan NU, tetapi yang disampaikan Gus Yahya adalah melanjutkan misi perjuangan NU terkait dengan Palestina," ungkap Helmy kepada JawaPos.com, Senin (11/6).
Dengan hadirnya Gus Yahya di acara pemerintah Israel itu, Helmy berharap seluruh komunitas yang hadir sadar akan konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel.
Stigma konflik keagamaan yang selama ini melekat pada dua negara tersebut hendaknya tidak dijadikan satu-satunya penyebab. Melainkan faktor kemanusiaan juga telah menjadi salah satu faktor krusial.
"Saya juga menganggap komunitas-komunitas yang ada di situ intinya hendaknya tidak melihat masalah Palestina semata-mata keagamaan, tapi masalah kemanusiaan," terang Helmy.
Sementara itu Helmy juga menolak anggapan jika kedatangan Gus Yahya ke Israel melanggar diplomasi politik negara. Sebab dalam kunjungannya itu, dia memperjuangan hak Palestina dan tidak membahayakan stabilitas negara.
"Melanggar itu kan dalam konteks kalau melakukan sesuatu yang diatur konsensus nasional terkait dengan penghormatan terhadap hak-hak kemerdekaan negara. Nah ini dilakukan justru adalah diplomasi. Ini kan berbagi tugas ada yang berteriak di luar, ada yang diplomasi dari dalam," tegasnya.
Di sisi lain Helmy mengatakan NU akan terus memperjuangkan hak-hak Palestina, baik dari segi kemanusiaan maupun dialog diplomatis.
"Kalau NU sendiri seluruh langkah kemanusiaan melalui lembaga zakat akan terus dilakukan, kemarin kita juga mengirim Rp 500 juta juga ke Palestina, itu dari segi kemanusiaan ya. Bukan hanya di Palestina, di tempat-tempat lain di Rohingnya kita juga melakukan itu," tukasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022