
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bersama Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman memberikan keterangan usai melakukan pertemuan di Kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Pertemuan tersebut dalam rangka silahturahmi kebangsaan dan saling menjajaki untuk
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan sindiran terhadap pihak-pihak yang menanggapi sinis dan mencurigai pertemuannya dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Bahkan dia menyebut ada partai yang mengaku Pancasilais namun mengajak memusuhi kawannya.
Menanggapi itu, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno menanggapi positif. Hendrawan tidak merasa sindiran itu ditujukan untuk PDIP sebagai partai yang menjunjung nilai Pancasila.
"Pidato Bang Surya Paloh lebih berisi harapan-harapan tentang masa depan, harapan tentang perilaku politik yang ideal. Jadi, sifatnya normatif. Bagus," ujar Hendrawan kepada wartawan, Sabtu (9/11).
Dia menilai pidato Surya mengingatkan kedewasaan dalam politik untuk memajukan bangsa. Hal itu senada dengan komitmen PDIP saat kongres di Bali.
PDIP menilai politik adalah jalan membangun peradaban yang lebih baik. "Ini harapan kita semua. Tanpa harus menghardik, tanpa harus saling mencurigai apalagi saling memusuhi," tegas Hendrawan.
Reaksi berbeda ditunjukkan oleh politikus PDIP lainnya, Andreas Hugo Pareira. Menurut dia sindiran Paloh terlalu berlebihan, karena menyinggung ideologi partai.
"Reaksi Surya Paloh terhadap sindiran Presiden pun menurut saya terlalu emosional, membawa diskursus seolah persoalan pelukan ini masuk dalam wilayah ideologis partai-partai pendukung Jokowi-Ma'ruf," ucapnya.
Andreas menuturkan, pembentukan kabinet memang tidak bisa memuaskan semua pihak. Namun, pemerintah dan koalisi tetap solid.
Selain itu, dia menilai tidak ada satu partai pun yang mengatakan rangkulan Paloh dengan Sohibul Iman memiliki makna ideologis. Di sisi lain PDIP mengerti dinamika elite partai bagian dari politik pertemanan.
"Menurut saya, tuduhan Surya Paloh soal partai Pancasilais pun menjadi terlalu emosional dan sama sekali tidak bermakna ideologis," tukasnya.
Sementara itu, Surya Paloh membantah jika pidatonya terlalu reaktif maupun emosional. "Nggak juga, nggak mungkin kita reaktif dengan Pak Jokowi. Artinya memang selalu bagaimana pun menawarkan alternatif pikiran-pikiran," ucapnya.
Surya pun memastikan tidak dalam hal menyindir PDIP terkait partai Pancasilais yang memusuhi kawannya. "PDIP kan sahabat. Kita bersahabat dengan semuanya. Untuk apa saling menyinggung," pungkasnya.
Sebelumnya, Surya Paloh dalam pidatonya di pembukaan Kongres II menyinggung terkait pertemuannya dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Menurut dia, sekarang mulai muncul intrik-intrik yang mengundang sinisme dan kecurigaan satu sama lain.
Paloh menilai kondisi seperti ini tidak sehat dalam berbangsa dan bernegara. Menurutnya, itu membangun diskursus politik picik. "Hubungan rangkulan dan tali silahturahmi politik dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan," kata Surya.
"Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme satu sama lain kecurigaan satu sama lain hingga kita berkujung ke kawan, ini bangsa model apa seperti ini?" imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022