Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Juli 2021 | 02.57 WIB

Viral Video di Resto Tanpa Prokes, Polda Sumbar Buru Si Ibu Provokator

Sebuah video ramai di medsos soal tidak takut korona. (Capture) - Image

Sebuah video ramai di medsos soal tidak takut korona. (Capture)

JawaPos.com - Sebuah video viral di media sosial (medsos). Diduga lokasinya di salah satu restoran di Kota Padang, Sumatera Barat. Di dalam video tersebut terdapat seorang ibu mengeluarkan ujaran mengandung provokasi yang mengatakan di Kota Padang tidak ada lockdown dan tidak takut virus korona.

Video itu sangat kontras sekali dengan kondisi penularan covid-19 saat ini yang terus meroket penambahan kasusnya. Apalagi per Minggu (4/7) jumlah penambahan kasus positif mencapai 27.233. Dari jumlah itu kasus penambahan dari Sumatera Barat mencapai 435.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu membenarkan video tersebut terjadi di Kota Padang. Dia menduga video itu direkam pada Sabtu (3/7) dan mulai viral sejak Minggu pagi.

"Si Ibu itu lagi kita buru. Ujarannya sangat provokatif," ungkap Kombes Pol Satake Bayu kepada JawaPos.com, Minggu (4/7).

Satake Bayu menyebut pihak restoran sudah diperiksa sebagai saksi. Namun, terkait dugaan jenis pelanggaran dan sanksi terhadap video itu Satake Bayu belum bisa memastikan. Apakah masuknya pelanggaran perda, tipiring, atau lainnya. "Kini kita fokus mengejar si ibu itu karena ujarannya mengandung provokasi," sebutnya.

Selain viral di whatsapp, video yang berdurasi 1 menit 5 detik itu juga diunggah dalam akun @Lambe_Turah. Di dalam video itu si ibu berkata, "Saya lagi di Padang. Makan di restoran Bebek Sawah. Rame. Tidak ada jaga jarak. Kok kita di Jakarta pada panik semua."

"Terus saja lawan. Pemerintahan zolim."

Resto tersebut beralamat di Jalan Patimura, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.

Sejumlah warga di Kota Padang mengakui bahwa di sana warganya tidak begitu patuh prokes dan memikirkan covid-19. Bahkan acara resepsi pernikahan tetap digelar. Jumlah tamu tidak dibatasi. Tamu tidak bermasker pun tidak menjadi persoalan.

"Di sini pesta nikah ramai aja," ujar Beni Chandra, 41, warga Kota Padang kepada JawaPos.com.

Aatas fenomena ini, Wali Kota Padang Hendra Septa belum memberikan komentar. Saat dihubungi JawaPos.com Hendra Septa tidak merespon. Pesan singkat pun tidak dijawab.

Respon serupa juga dilakukan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Kepala Dinas Kominfo Sumbar Jasman Rizal. Keduanya tidak merespons panggilan telepon dari JawaPos.com.





Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore