Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Juni 2021 | 22.13 WIB

Firli Keok Tak Berani Hadiri Debat Terbuka dengan Giri Suprapdiono

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri tidak memenuhi undangan untuk melakukan debat terbuka dengan Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi, Giri Suprapdiono, Jumat (4/6). Debat terbuka itu mengenai tes wawasan kebangsaan (TWK) yang menjadi polemik hingga saat ini.

Debat terbuka itu digelar di ruang wartawan Gedung Merah Putih KPK pada Jumat (4/6) siang. Giri tampak datang dengan mengenakan celana hitam dipadu dengan baju batik lengan panjang. Namun, lawan debatnya, Firli Bahuri, setelah ditunggu cukup lama tak kunjung datang untuk melakukan debat terbuka. Padahal surat undangan resmi dari Indonesian Corruption Watch telah dikirimkan ke pihak Firli.

"Pak Firli tak memenuhi undangan ini," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana yang menjadi pembawa acara dalam acara tersebut.

"Kita tunggu 17 menit untuk berdebat di sini," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, jurnalis  Najwa Shihab pun menyatakan Firli Bahuri tidak pernah mengindahkan undangan untuk melakukan wawancara terhadapnya. Najwa menyebut, pihak KPK selalu diwakilkan oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

"Pak Firli beberapa kali diundang ke Mata Najwa belum pernah datang, yang datang itu biasanya Pak Nurul Ghufron," ujar Najwa sebagai moderator debat.

Wanita yang karib disapa Nana ini menilai, ada perbedaan antara Pimpinan KPK era Agus Rahardjo dengan Firli Bahuri. Nana mengakui, saat KPK dipimpin Agus Rahardjo memiliki kedekatan dan kerap kali datang ke Gedung Merah Putih KPK.

"Kalau saya bandingkan pimpinan yang dulu seringkali saya yang datang ke KPK," ungkap Nana.

Sebelumnya, Giri menyatakan kesediaannya untuk melakukan debat terbuka terkait polemik TWK dengan Firli Bahuri. Permintaan debat terbuka itu mulanya ramai dalam perbincangan media sosial.

"Dengan senang hati. Syaratnya kalau kalah, mundur dan meletakkan jabatan. Bisa gitu gak?," cuit Giri dalam akun media sosial Twitter pribadinya.

"Bukan saya yang menginginkan, tetapi ada keinginan netizen ada perdebatan. Kalau diminta saya bersedia," imbuh Giri kepada JawaPos.com, Minggu (30/5).

Giri yang sudah bekerja di KPK selama 16 tahun ini menyesalkan dirinya dinyatakan tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Dia menyatakan, debat terbuka wawasan kebangsaan dengan Firli Bahuri ini dilakukan untuk membuktikan suatu kebenaran.

"Semua hal untuk kebaikan dan kebenaran akan kita lakukan," tegas Giri.

Lulusan dari Institute to Social Studies-Erasmus University of Rotterdam mengakui pernah mengikuti tes wawasan kebangsaan (TWK) saat seleksi calon pimpinan (capim) KPK pada 2014, dia lulus dan masuk 19 besar. Serta pada seleksi capim KPK 2019, Giri pun lulus dan masuk 40 besar.

"Saya lolos tes tersebut. Bahkan saya satu kelompok dalam proses diskusi dengan Ketua KPK (Firli Bahuri)," papar Giri.

Baca juga: Debat Wawasan Kebangsaan dengan Firli Bahuri, Giri: Saya Bersedia

Giri berujar, debat terbuka bisa dilakukan untuk membuktikan TWK yang dilakukan kepada para pegawai KPK merupakan upaya penyingkiran pegawai atau tidak. Hal ini perlu dibuktikan, sehingga publik mengetahui secara terbuka informasi TWK yang merupakan bagian dari syarat alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Debat terbuka ini salah satu membuktikan tes wawasan kebangsaan ini kedok penyingkiran pegawai atau tidak," ucap Giri menandaskan.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore