Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 November 2018 | 05.00 WIB

Jokowi Heran di Indonesia Tak Ada Unjuk Rasa yang Mendukung Pemerintah

Konferensi pers pemerintah RI dengan Freeport Mc Moran terkait divestasi PT Freeport Indonesia. - Image

Konferensi pers pemerintah RI dengan Freeport Mc Moran terkait divestasi PT Freeport Indonesia.

JawaPos.com - Aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang terjadi selama ini di Indonesia mayoritas didominasi oleh pernyataan sikap tidak puas atau aspirasi yang belum tercapai. Jarang sekali demonstrasi berupa aksi damai—massa menyampaikan apresiasi atas kinerja pemerintah yang telah gencar melakukan pembangunan.


Demikian dirasakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mantan Gubernur DKI Jakarta itu ingin agar sekali-kali demonstrasi yang digelar bertujuan untuk menyuarakan apresiasi atas kinerja pemerintah.


Misalnya, sebut Jokowi, apresiasi terhadap pengambilalihan Blok Rokan yang berpuluh-puluh tahun dikelola oleh Chevron. Kemudian, Blok Mahakam yang dulunya dipegang Total dan Inpex, kini dikelola oleh Pertamina.


Terbaru, keberhasilan pemerintah dalam menyelesaikan negosiasi kontrak karya dengan PT Freeport Indonesia. Perusahaan tambang asal negeri Paman Sam itu akhirnya mau melepas 51 persen kepemilikan kepada pihak nasional.


"Ingin didemo tapi (demo yang) mendukung gitu lho. Mendukung agar Freeport diambil oleh pemerintah. Mahakam sudah diambil 100 persen, tapi pada diam. Padahal, saya tunggu-tunggu tapi pada diam," ujar Presiden Jokowi saat pidato di Gor Maulana Yusuf, Serang, Banten, Sabtu (3/11).


"Blok Rokan sudah 100 persen, semua diam, nggak ada dukungan. Freeport sudah 51 persen diambil, tapi pada diam, nggak ada dukungan. Jadi, kita ini sebetulnya ingin seperti apa?" tambahnya.


Dengan adanya bukti-bukti tersebut, Presiden Jokowi masih mempertanyakan mengapa masih ada saja pihak yang menuduh dirinya antek asing. Padahal semua yang dilakukannya untuk rakyat Indonesia.


Jokowi menceritakan begitu alot dan sulitnya pemerintah memaksa PT Freeport Indonesia untuk melepas saham mayoritasnya kepada Indonesia. Bahkan, kata Jokowi, begitu banyak tekanan yang diberikan kepada dirinya dan pemerintah.


"Negosiasi alot, ditekan kanan, ditekan kiri, ditekan atas, ditekan bawah. Untung saya orangnya sabar. Ditekan-tekan ya saya diam saja, sama kadang-kadang ngelus dada," selorohnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore