Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2020 | 21.46 WIB

Indomedia Poll: Nadiem Lebih Sering di Belakang Meja

HARAPAN BARU: Mendikbud Nadiem Makarim meninjau perpustakaan di kantor Kemendikbud, Jakarta, kemarin (23/10). (Fedrik Tarigan/Jawa Pos) - Image

HARAPAN BARU: Mendikbud Nadiem Makarim meninjau perpustakaan di kantor Kemendikbud, Jakarta, kemarin (23/10). (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Sorotan atas kinerja Mendikbud Nadiem Makarim terus bergulir. Lembaga survei Indomedia Poll menyatakan kepercayaan diri eks bos Gojek itu tidak sebanding saat dilantik Presiden Jokowi pada 2019 lalu dengan kinerjanya.

Direktur Eksekutif Indomedia Poll David Krisna Alka mengatakan, kepercayaan Jokowi sangat tinggi saat melantik Nadiem Makarim sebagai Mendikbud. Begitu pula dengan Nadiem, kepercayaan dirinya juga tinggiuntuk bekerja dan membenahi ruang didik dan pendidikan di Indonesia.

“Tapi ya, kepercayaan diri (Nadiem) yang tinggi itu tak sebanding dengan apa yang dirasakan dalam dunia pendidikan, terutama masa pandemi ini. Nadiem lebih banyak di belakang meja daripada ke lapangan,” ujar David Krisna Alka kepada JawaPos.com, Jumat (3/7).

Pernyataan David itu juga sampaikan dalam pembukaan webinar yang digelar Indomedia Poll, Selasa (30/6). Webinar itu mengangkat tema “Refleksi Kebijakan Mendikbud: Mas Nadiem Bisa Apa?”.

Hadir sejumlah para tokoh yang concern terhadap pendidikan. Di antaranya
Guru Besar UIN Jakarta Azyumardi Azra, Komisi X DPR Zainuddin Maliki, Pengamat Pendidikan Darmaningtyas, dan Komisioner KPAI Retno Listyarti.

David mengatakan, “amarah” Presiden Jokowi kepada para menterinya tentang kerja yang kurang maksimal dan biasa-biasa sangat menyorot perhatian publik.

“Dari sorotan riset media Indomedia Poll, beberapa kebijakan Mas Nadiem menuai kritik. Seperti belum adanya terobosan digitalisasi pendidikan. Padahal itu kan mandat presiden. Itu pula yang menjadi jualan keunggulan Nadiem diangkat Mendikbud. Apalagi masa pandemi, belum ada inovasi mengatasi pendidikan di era pandemi ini dari Nadiem,” jelas David.

Darmaningtyas menuturkan, selama ini Nadiem mungkin lebih terlihat cocok mengurus ekonomi kreatif. "Namun (Nadiem) tidak cocok untuk pendidikan.

"Konsep merdeka belajar adalah konsep pendidikan orang-orang dahulu. Isi dari panduan merdeka belajar kurang lebih sama dengan apa yang dijalani oleh orang-orang terdahulu,” ungkap Darmaningtyas.

Sementara, Azyumardi Azra menyebut Mendikbud tidak memiliki pengalaman dalam bidang pendidikan.

“Setelah 100 hari lebih menjabat sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan kinerja dalam Kemendikbud. Kemendikbud tidak mengurus pendidikan secara serius, terutama selama masa pandemi,” tegas Azra.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=djlCZv8xfbo

 

https://www.youtube.com/watch?v=WUIldi51AVA

 

https://www.youtube.com/watch?v=32DSDLb5Y4k

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore