Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menemui Kepala BGN Dadan Hindayana di Jakarta Pusat, Rabu (25/2)
JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat mematangkan skema program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fokus utamanya kali ini adalah memastikan para lansia dan penyandang disabilitas mendapatkan asupan nutrisi yang layak secara rutin
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menemui Kepala BGN Dadan Hindayana di Jakarta Pusat, Rabu (25/2), untuk menyelaraskan konsep kerja sama antar-lembaga ini.
"Alhamdulillah hari ini saya berkoordinasi dengan Kepala BGN Prof Dadan untuk mematangkan makan bergizi gratis khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas. Saya bersyukur karena konsepnya makin matang dan sudah ketemu kira-kira bagaimana bentuk kerjasamanya," ujar Gus Ipul.
Transformasi Program Permakanan Menjadi MBG
Program ini merupakan peningkatan dari program Permakanan yang sebelumnya dikelola Kemensos. Jika dulu distribusi dilakukan secara mandiri oleh kelompok masyarakat (Pokmas), kini standarisasi gizinya akan jauh lebih terukur di bawah pengawasan BGN.
Penyediaan makanan nantinya akan berpusat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik BGN. Titik-titik SPPG ini diklaim strategis karena tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia.
Pembagian Tugas: Memasak di SPPG, Antar via Pokmas
Agar penyaluran lebih efektif, Kemensos dan BGN sepakat membagi peran secara teknis. BGN fokus pada produksi makanan bergizi, sementara Kemensos bertanggung jawab pada proses distribusi ke pintu rumah penerima manfaat.
"Nanti yang melayani tetap SPPG, sementara yang mengantar nanti dari Pokmas atau dari caregiver," jelas Gus Ipul.
Kepala BGN Dadan Hindayana menambahkan, kehadiran SPPG di wilayah-wilayah akan sangat membantu jangkauan layanan sosial.
"Saya kira apa yang sebenarnya jadi tugas Mensos selama ini dengan hadirnya SPPG di setiap wilayah itu akan dipermudah, karena SPPG ada di setiap wilayah di Indonesia di radius rata-rata 4 Km," ujar Dadan.
Ia menilai sinergi ini akan membuat proses dari dapur hingga ke tangan warga menjadi lebih singkat dan efisien. "Penyediaan makanan bisa diambil dari SPPG, kemudian yang mengantarkan tetap petugas dari Kementerian Sosial yaitu Pokmas atau caregiver. Jadi ini sinergi yang bagus mengoptimalkan fasilitasnya," jelasnya.
Siapa Saja yang Berhak Menerima?

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
