
Juventus libas Napoli 3-0 tanpa ampun. (@juventusfc/X).
JawaPos.com - Juventus tengah menghadapi periode sulit di awal 2026. Dalam empat pertandingan terakhir di semua kompetisi, Si Nyonya Tua kebobolan total 13 gol, menandai menurunnya klub yang terkenal dengan pertahanan solidnya.
Masalah mulai tampak jelas saat Juventus menghadapi Galatasaray di babak play-off Liga Champions.
Di RAMS Park, mereka kalah 2-5 meski sempat unggul di babak pertama. Lima gol yang bersarang di gawang menunjukkan kerentanan pertahanan yang sebelumnya jarang terlihat.
Kekalahan ini menambah daftar catatan buruk, setelah sebelumnya Juventus juga kebobolan tiga gol dari Atalanta dan Inter Milan, serta dua gol saat bermain imbang melawan Lazio.
Data ini memperlihatkan pola koordinasi lini belakang Juventus menurun. Pemain tampak kesulitan menutup ruang, menjaga intensitas, dan mengantisipasi serangan balik lawan.
Kebobolan gol bukan lagi kejadian sporadis, tetapi menjadi masalah struktural yang memerlukan evaluasi mendalam.
Selain itu, pergantian pemain belakang juga berdampak. Beberapa pemain yang biasanya menjadi andalan absen karena cedera atau skorsing, membuat lini pertahanan kehilangan keseimbangan.
Kombinasi ini membuat transisi dari menyerang ke bertahan menjadi lambat dan mudah dimanfaatkan lawan.
Meski masalah pertahanan saat ini menjadi masalah terbesar tim, Juventus tetap menunjukkan ketajaman dilini depan.
Pemain tengah dan penyerang masih mampu mencetak gol, namun ketidakseimbangan antara lini depan dan belakang membuat hasil akhir selalu tidak berpihak kepada Juventus.
Hal ini menekankan bahwa strategi defensif perlu segera diperbaiki agar performa tim lebih stabil di kompetisi domestik maupun Eropa.
Dengan jadwal padat Serie A dan Liga Champions, Juventus harus mencari formula tepat untuk menstabilkan lini belakang.
Jika tidak, risiko kebobolan gol tinggi akan terus mengancam peluang meraih kemenangan. Tim membutuhkan keseimbangan antara menyerang dan bertahan agar identitas Bianconeri sebagai tim yang disiplin dan memiliki lini belakang yang tangguh tetap terjaga.
Periode sulit ini menjadi momen penting bagi Juventus untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Penonton dan penggemar tentu berharap klub kembali menemukan ritme defensifnya dan memperlihatkan performa konsisten, baik di Italia maupun di pentas Eropa.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
