
Anggota Komisi IX DPR Pulung Agustanto.
JawaPos.com - Anggota Komisi IX DPR Pulung Agustanto meminta negara hadir memberikan perlindungan maksimal bagi pekerja migran Indonesia yang menjadi korban sindikat penipuan daring di Kamboja. Ia menghimbau KBRI di Phnom Phen agar aktif memberikan bantuan dan perlindungan kepada ribuan WNI yang terjebak kejahatan lintas negara tersebut.
Fenomena banyaknya WNI yang bekerja sebagai tenaga ilegal dalam sindikat penipuan daring dinilai sebagai persoalan serius. Ribuan anak muda Indonesia disebut terjerat jaringan kejahatan internasional yang merusak masa depan mereka.
Dalam beberapa hari terakhir, KBRI di Phnom Phen dipadati WNI yang melarikan diri dari tekanan sindikat. Kondisi ini muncul seiring langkah pemerintah Kamboja yang gencar memberantas sindikat kejahatan yang melibatkan banyak pejabat setempat.
Sepanjang 2025, KBRI Phnom Phen menangani lebih dari 5.000 kasus WNI korban sindikat penipuan daring. Sementara pada awal 2026, jumlah kasus yang datang dan meminta perlindungan telah menembus angka 1.000 orang.
Pulung menilai lonjakan tersebut tidak bisa dipandang sebagai kejadian biasa. Pengawasan dan perlindungan pekerja migran Indonesia, menurutnya, harus dilakukan secara lebih serius dan terstruktur.
“Jangan sampai anak-anak muda kita terseret sindikat kejahatan internasional di luar negeri yang menghancurkan hidupnya.”
Ia mengungkapkan, sebagian besar WNI korban sindikat datang ke KBRI tanpa dokumen resmi. Banyak dari mereka masuk ke Kamboja secara ilegal dan bekerja tanpa izin imigrasi yang sah.
Dalam kondisi tersebut, Pulung menegaskan bahwa para WNI itu harus diposisikan sebagai korban kejahatan. Ia mengingatkan agar pendekatan kemanusiaan menjadi prioritas utama negara.
“Yang perlu dicatat mereka adalah korban, dokumen mereka seperti paspor ditahan oleh sindikat untuk memaksa bekerja. Jadi jika mereka datang ke KBRI untuk meminta bantuan dan perlindungan, meski tanpa dokumen resmi, wajib dilayani dan diberikan perlindungan,” ungkap Pulung.
Di sisi lain, Pulung juga menekankan pentingnya penelusuran jaringan sindikat di dalam negeri. Ia menilai perekrutan WNI untuk dipekerjakan sebagai penipu daring tidak mungkin terjadi tanpa kaki tangan di Indonesia.
“Nah, di dalam negeri, perlu ditelusuri juga jaringan sindikatnya.”
Ia juga mengingatkan agar KBRI Phnom Phen dan KP2MI tidak hanya bersikap reaktif. Menurutnya, kedua institusi tersebut perlu lebih aktif menelusuri WNI yang masih terjebak agar segera mendapatkan pertolongan.
“Mengingat jejaring sindikat ini sangat luas beroperasi di Kamboja, jadi KP2MI juga harus aktif menelusuri,” ujar Pulung.
Lebih jauh, Pulung menilai maraknya anak muda yang tergiur gaji tinggi di luar negeri melalui jalur ilegal mencerminkan masalah struktural di dalam negeri. Minimnya peluang kerja membuat banyak generasi muda mengambil risiko besar.
“Orang mencari kehidupan di luar karena mereka sulit mendapat kerja di dalam negeri,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022