
BEBER KASUS: Dari kiri, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dan Wadir Dittipid Narkoba Bareskrim Polri Kombes Jayadi, di Bareskrim Polri, Senin (29/5).
JawaPos.com - Meresapkan sabu-sabu (SS) cair ke gorden menjadi modus baru bandar narkotika menyelundupkan barang haram tersebut. Cara itu diklaim pelaku pernah berhasil. Namun, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Polri mampu mendeteksinya.
”Gorden yang mengandung sabu ini dikirim dari Afghanistan,” beber Wadir Dittipid Narkoba Bareskrim Kombespol Jayadi dalam ungkap kasus kemarin (29/5).
Ada tujuh kasus narkotika yang diungkap hasil kolaborasi berbagai instansi seperti Bea Cukai dan Lapas Cirebon dengan barang bukti yang disita berupa 75 kg SS, 13 ribu butir ekstasi, dan 1,9 kg ketamine. Jumlah tersangkanya 16 orang.
Gorden sabu-sabu tersebut dikirim ke Jalan Enim, Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penerimanya dua orang perempuan. ”Kami lakukan control delivery, lantas menangkap dua orang.”
Dari dua orang itulah lantas dilakukan penangkapan terhadap tiga tersangka lainnya. Dua orang di antaranya merupakan pengendali sekaligus napi di Lapas Cirebon berinisial MCF alias K dan S alias NK. ”Mereka yang memesan sabu dari Afghanistan,” ujarnya.
Kasubdit I Dittipid Narkoba Jean Calvijn Simanjuntak menuturkan, modus meresapkan sabu-sabu cair ke gorden memang relatif baru. Sampai saat ini baru dua kali ditemukan penyelundupan dengan modus semacam itu. ”Kasus pertama ditemukan sabu diresapkan ke handuk. Dikirim dari Jerman ke Indonesia,” terangnya.
Dari pemeriksaan diketahui bahwa cara pelaku untuk mencairkan sabu-sabu dengan merebus gorden beberapa kali hingga airnya menguap dan akan terlihat adanya kristal-kristal. ”Kristal ini warnanya masih burik, yang lantas disemprot menggunakan sebuah cairan kimia menjadi kristal bersih,” jelasnya. ”Untuk gorden ini, hasil sabunya juga variatif, beratnya diperkirakan beberapa ratus gram,” imbuhnya.
Mendeteksi kain yang mengandung sabu ini sulit dilakukan dengan kasatmata atau mata telanjang. Petugas baru bisa mendeteksinya menggunakan alat semacam X-ray. (idr/c17/fal)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
