Abud Mahmudin (28), salah satu operator SPBU 3413901 yang dianiaya pelaku diduga aparat hingga gigi copot di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (24/2/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)
JawaPos.com - Kedok JM, 31, pria yang sempat mengaku sebagai oknum polisi saat memukul petugas SPBU di Cipinang Muara, Jakarta Timur, akhirnya terbongkar.
Selain dipastikan bukan anggota Polri, JM ternyata baru saja berpesta narkotika di Bali sebelum melakukan aksi koboinya.
Aksi pemukulan yang sempat viral di media sosial ini dipicu masalah sepele. Pelaku tak terima saat petugas SPBU menolak mengisi BBM jenis Pertalite karena ketidaksesuaian data pada barcode.
Setelah diamankan oleh Tim Resmob Polres Metro Jakarta Timur, pelaku menjalani tes urine. Hasilnya, JM dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu dan ganja.
Saat diinterogasi, JM mengakui bahwa dirinya baru saja mengonsumsi barang haram tersebut di Pulau Dewata beberapa hari sebelum insiden terjadi.
"(Mengonsumsi sabu-sabu) Di Bali 4 hari yang lalu. Di Bali semua," ungkap JM saat memberikan keterangan.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menegaskan, JM bukanlah anggota korps Bhayangkara seperti yang sempat diisukan, melainkan seorang pekerja jasa rental.
"Dalam proses pemeriksaan, pelaku memberikan keterangan yang berubah-ubah. Setelah dilakukan tes urine, pelaku dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja," ungkap Alfian melalui akun Instagram pribadinya, @alfiannurrizal.id.
Insiden kekerasan ini menimpa tiga pegawai SPBU 3413901 Cipinang Muara. Staf SPBU, Mukhlisin, 38, menjelaskan bahwa keributan bermula dari persoalan SOP pengisian bahan bakar subsidi.
"Tapi mobilnya beda. Makanya dari pihak kita menolak (mengisi pertalite). Kalau SOP-nya memang kalau enggak sesuai dengan barcode, kita arahkan ke edisi Pertamax karena kalau di Pertamax kan dia enggak pakai barcode, jadi bisa. Tapi kalau yang di Pertalite memang harus pakai barcode," tegas Mukhlisin.
Tak terima ditolak, JM mulai melakukan intimidasi. Ia bahkan sempat sesumbar bahwa mobil yang ia kendarai adalah milik seorang jenderal berbintang dua alias Kapolda.
Akibat emosi pelaku, tiga orang petugas menjadi korban pemukulan. Mereka adalah Ahmad Khoirul Anam, Lukmanul Hakim, dan Abud Mahmudin.
"Operator yang saat itu sedang istirahat dan ikut nimbrung Abud Mahmudin sudah bekerja 4 tahunan. Kalau Khoirul Anam itu di pipi, tamparan pipi," jelas Mukhlisin.
Dampak pemukulan tersebut cukup parah, terutama bagi Abud yang mengalami luka di area mulut hingga giginya goyang (otek).

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
