
Ilustrasi demo ojol. Pengamat ingatkan jangan ada sweeping saat demo ojol hari ini, dan sampaikan tuntutan yang jelas. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia (FDTOI) dan Serikat Pengemudi Ojek Online Indonesia (SePOI) akan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis, (20/11) mendatang.
Aksi ini akan menyoroti empat tuntutan utama yang ditujukan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Ketua Umum SePOI, Mahmud, menjelaskan bahwa titik kumpul peserta aksi akan dimulai dari Tugu Proklamasi sebelum bergerak menuju Patung Kuda.
“Ya, benar. Kami akan kembali menggelar aksi unjuk rasa di Patung Kuda pada Kamis, 20 November. Titik kumpulnya dari Tugu Proklamasi, tapi masih menunggu persetujuan pihak terkait,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (11/11).
Mahmud menambahkan, demonstrasi kali ini tidak hanya diikuti oleh pengemudi dari Jabodetabek, tetapi juga perwakilan ojol dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Medan, dan Batam.
Mereka datang dengan satu tujuan yang sama, yaitu mendesak pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan yang dianggap merugikan para pengemudi.
Menurut Mahmud, aksi tersebut membawa empat tuntutan utama kepada Kemenhub, yakni:
1. Evaluasi dan penyesuaian tarif untuk pengemudi online roda dua.
2. Evaluasi serta penyesuaian tarif antar-paket dan makanan.
3. Revisi tarif Biaya Operasional Kendaraan (BOK) bagi pengemudi taksi online.
4. Penyusunan Undang-Undang Transportasi Online yang lebih berpihak pada para pengemudi.
“Empat poin itu yang menjadi fokus kami. Sudah saatnya pemerintah meninjau ulang kebijakan yang berjalan agar lebih adil bagi semua pihak, terutama bagi para pengemudi yang menjadi ujung tombak layanan transportasi daring,” tegas Mahmud.
Sementara itu, Sekjen SePOI, Einstein Dialektika, menilai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 sebenarnya sudah cukup baik, tetapi pelaksanaannya belum konsisten. Ia menyebut aturan tersebut tidak lagi mencerminkan kondisi lapangan yang dialami para pengemudi saat ini.
“Tarif terakhir berhenti di tahun 2022, saat rata-rata jam kerja pengemudi masih 8 jam per hari. Sekarang bisa mencapai 14 jam per hari karena pendapatan menurun. Hal ini menyebabkan kelelahan, stres, dan meningkatnya risiko kecelakaan di jalan,” ujar Einstein.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
