Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 November 2025 | 18.52 WIB

Wamenag Romo Syafii Tegaskan Tindakan Gus Elham Tidak Pantas, Ingatkan Pengawasan Pesantren Ramah Anak

Gus Elham mengakui kesalahannya dan minta maaf ke publik atas tindakannya menciumi anak perempuan, yang dituding sebagai pelecehan terhadap anak. (Instagram:ellhamyahya). - Image

Gus Elham mengakui kesalahannya dan minta maaf ke publik atas tindakannya menciumi anak perempuan, yang dituding sebagai pelecehan terhadap anak. (Instagram:ellhamyahya).

JawaPos.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menilai tindakan yang dilakukan oleh Gus Elham Yahya dalam video viral yang memperlihatkannya mencium anak perempuan secara berulang kali tidak pantas dilakukan.

“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas!” kata Romo Syafii di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11).

Romo Syafii menjelaskan, Kementerian Agama (Kemenag) telah memiliki pedoman tegas terkait lingkungan ramah anak di madrasah dan pesantren melalui Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam (Pendis). Menurutnya, aturan tersebut menegaskan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dalam lingkungan pendidikan keagamaan.

“Tadi juga ada disimpulkan (dalam rapat-red), ada surat keputusan dari Dirjen Pendis tentang madrasah dan pesantren ramah anak yang intinya agar anak-anak madrasah, anak-anak pesantren mendapatkan pemenuhan haknya sebagai peserta didik dan jauh dari tindak kekerasan yang tidak seharusnya mereka terima,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski aturan sudah ada, Kemenag menyadari masih mungkin terjadi pelanggaran di lapangan. Karena itu, pihaknya menekankan pentingnya peningkatan pengawasan agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Tentu saja kasus-kasus itu mungkin tetap ada ya, tapi kita tadi sepakat agar ke depan pengawasannya lebih ditingkatkan agar peristiwa itu bisa dihindari,” tuturnya.

Saat disinggung mengenai kemungkinan pemanggilan atau penelusuran terhadap Gus Elham, Romo Syafii menegaskan bahwa pengawasan dan penertiban merupakan bagian dari langkah konkret Kemenag dalam memastikan keteladanan di ruang publik keagamaan.

“Tadi kan sudah kita sampaikan, pengawasan itu termasuk itu, supaya tidak terulang. Bahkan terhadap yang bersangkutan memang harus ada upaya mengembalikan kepada posisinya, jika tidak mengulangi perbuatan-perbuatannya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Gus Elham Yahya menjadi sorotan publik atas tindakannya mencium sejumlah anak kecil perempuan. Dalam foto dan video yang beredar, terlihat Gus Elham kadang mencium pada bagian pipi, tapi pada foto lainnya juga tampak ia mencium bagian bibir si anak.

Tindakan Gus Elham tersebut menuai protes dari netizen di media sosial. Banyak dari mereka menyebut tindakannya merupakan suatu tindakan yang tidak pantas dan tidak dapat dibenarkan. Bahkan, ada yang menyebut tindakan Gus Elham sebagai bentuk pelecehan terhadap anak.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore