Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Oktober 2025 | 04.36 WIB

Evaluasi MBG: Wajibkan Juru Masak Bersertifikat hingga Air Pencuci Food Tray yang Lolos Sertifikasi

 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan keterangan saat konferensi pers penanggulangan KLB pada program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (2/10/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini dalam rangka mencegah terjadinya insiden keracunan MBG dan sejenisnya terulang.
 
"Kita ingin melakukan kegiatan-kegiatan yang meminimalisir kejadian menonjol ya sehingga target kita zero kejadian itu atau nol kejadian ingin kita kejar," kata Kepala BGN, Dadan Hindayana dalam Rapat Koordinasi bersama 38 Kepala Koordinator Wilayah BGN se-Indonesia di Ancol, Jakarta Utara, Senin (27/10).
 
Dadan mengungkapkan, materi evaluasi meliputi jumlah penerima manfaat di tiap SPPG. Lalu sertifikasi juru masak di tiap SPPG.
 
"Kita minta agar setiap SPPG ada juru masak yang bersertifikat karena dari pengalaman cara kerja yang memiliki juru masak bersertifikat lebih efisien dan lebih cepat," jelasnya.
 
 
Kemudian BGN juga akan menerapkan aturan  terkait rapid test terhadap bahan baku makanan. Langkah ini mengadopsi sistem yang diterapkan di Jepang untuk mencegah keracunan.
 
"Pengalaman Jepang yang sudah 100 tahun, itu 90 persen kejadian dari bahan baku. Dan kemudian juga kita ingin menguji hasil masakan sebelum dibagikan kepada penerima manfaat," imbuhnya.
 
Evaluasi terakhir meliputi pengadaan alat sterilisasi food tray di tiap SPPG dan kualitas air yang digunakan. Menurut dia, kualitas air menjadi faktor penting sebagaimana arahan dari Kementerian Kesehatan. 
 
"Kita juga meminta seluruh SPPG memiliki alat sterilisasi food tray yang bisa mengeringkan food tray dalam waktu 3 menit dengan suhu 120 derajat agar lebih steril. Kita minta seluruh SPPG menggunakan air yang sudah bersertifikat, air kemasan atau air isi ulang yang sudah ada sertifikasi," ungkapnya.
 
Lebih lanjut, Dadan mengatakan, BGN juga akan membangun ribuan SPPG baru, dengan target 25.400 SPPG pada akhir Desember 2025. Penambahan SPPG perlu dilakukan untuk mengejar target 82 juta penerima MBG.
 
"Supaya kita bisa mengejar target untuk 82,9 juta penerima manfaat di akhir tahun 2020. Jadi hari ini kita kumpulkan karena target ini harus kita lakukan dan kita berikan motivasi, semangat dan juga sekaligus sosialisasi untuk SOP terbaru yang akan kita segera terapkan," tandasnya.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore