
Mentan Andi Amran Sulaiman menjelaskan potensi keuntungan KDKMP sebagai pemangkas rantai pasok 9 komoditas pertanian mencapai Rp 50 tiliun per tahun. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berpotensi meraup keuntungan Rp 50 triliun per tahun dari 9 komoditas. Sebab, karena koperasi tersebut akan memangkas rantai pasok dari produsen sampai konsumen.
”Ini potensi (KDKMP) sangat besar, dan yang paling penting bagi pertanian adalah memutus, memperpendek rantai pasok. Yang dulu 8 lini menjadi 3 lini. Dari petani, kooperasi, langsung ke konsumen. Nah middleman mendapatkan keuntungan biasanya Rp 313 triliun untuk 9 komoditas,” terang Amran pada Jumat (10/10).
Keterangan itu disampaikan Amran saat diwawancarai awak media usai hadir dalam penandatanganan kerja sama pembangunan KDKMP antara TNI dengan PT Agrinas Pangan Nusantara. Kerja sama itu diteken untuk mengejar target pembangunan 80 ribu KDKMP di seluruh Indonesia.
”Ke depan kooperasinya Pak Menteri Koperasi, Rp 50 triliun saja dapat keuntungan koperasi dari 9 komoditas. Artinya apa, petaninya sejahtera, konsumennya tersenyum. Ini kesejahteraan petani naik, kemudian konsumen daya belinya naik yang dulunya beli 1 kilogram bisa lebih karena langsung hanya 3 lini,” ujar Andi Amran.
Menurut Amran rantai pasok dari petani ke koperasi hingga konsumen merupakan poin penting yang harus diperjuangkan. Karena itu, pihaknya ikut mendukung kerja sama TNI dengan Agrinas yang berkomitmen mempercepat pembangunan KDKMP di seluruh Indonesia.
”Insya Allah (Kementerian) Pertanian akan support. Jadi, nanti koperasi-koperasi ini menjadi distributor pupuk, kemudian menyalurkan sarana produksi pertanian, kemudian juga bisa menjadi off-taker beras, gula, dan seterusnya. Beras saja kita punya produksi setiap tahun itu 34 juta ton, nilainya 500 triliun,” terang Andi Amran.
Sebelumnya, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita meyatakan bahwa kerja sama itu mencakup beberapa hal strategis. Diantaranya survei dan validasi lokasi pembangunan, sosialisasi percepatan pembangunan, konstruksi bangunan dan mobilisasi masyarakat, pengawasan dan evaluasi kegiatan, serta penyaluran bantuan tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL).
Dalam pelaksanaan, TNI akan mengerahkan sumber daya dari level atas sampai ke tingkat bawah untuk memastikan seluruh tahapan berjalan efektif dan sesuai sasaran. Tandyo pun menyampaikan, kerja sama itu merupakan bagian dari operasi militer selain perang atau OMSP.
”Kami di TNI akan menjawab tantangan ini dengan kerja nyata di lapangan. Inilah bentuk pengabdian kami kepada bangsa, untuk Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera,” tandas Tandyo.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
