Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Oktober 2025 | 17.21 WIB

Kisah Karmini: Penyalur MBG Ibu Hamil dan Balita di Gang Sempit Jantung Kota Jakarta

Aktivitas Posyandu Nusa Indah Pos 2 RW07, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat saat menyiapkan makanan pada  penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya/(Foto: Dimas Choirul/Jawapos.com). - Image

Aktivitas Posyandu Nusa Indah Pos 2 RW07, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat saat menyiapkan makanan pada penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya/(Foto: Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com — Di sebuah gang sempit di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, deretan rumah tampak berjejal. Jemuran pakaian menggantung rendah di atas kepala, sementara motor-motor parkir rapat menutupi sebagian jalan setapak.

Di balik sempitnya lorong khas permukiman padat Jakarta tersebut, aktivitas sosial tetap hidup, terutama lewat Posyandu Nusa Indah Pos 2 RW07 yang diketuai oleh Karmini. “Penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di sini ada 60 orang, terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujar Karmini saat ditemui Jawapos.com, Jumat (26/9).

Program MBG hadir di tengah kebutuhan warga yang sebagian besar berasal dari kalangan menengah ke bawah. Menurut Karmini, warga yang rajin menimbang anak di posyandu menjadi prioritas penerima manfaat. “Kalau dia rajin nimbang, baru kita kasih,” kata wanita yang kini berusia 61 tahun tersebut.

Suasana pembagian MBG kerap menjadi momen kecil yang berarti di gang sempit itu. Ibu-ibu dengan bayi gendongan berbalut kain mendekat, menerima paket MBG yang dibawa dengan gerobak oleh petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bendungan Hilir sejak pukul 9.30 WIB. Karmini bersama kader lainnya lalu membagikan satu per satu paket kepada penerima.

Meski sederhana, ada suka duka tersendiri. “Kadang orangnya sudah dipanggil, tapi nggak datang. Kita balik lagi panggilin. Kita tunggu sampai habis MBG-nya,” tutur Karmini.

Rasa lelah itu terbayar dengan kekompakan para kader, mulai dari Jumantik hingga Posyandu, yang saling menopang peran masing-masing. Bagi Karmini, kualitas makanan MBG sudah cukup membantu, meski ia berharap bisa lebih menyesuaikan dengan kebutuhan balita.

Ketua Posyandu Nusa Indah Pos 2 RW07, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Karmini. (Foto: Dimas Choirul/Jawapos.com).

“Kalau namanya snack, pasti anak-anak suka. Tapi kalau makanan, ada yang cocok ada yang enggak. Jadi harapannya ke depan bisa lebih pas untuk balita yang kita data,” katanya.

Perluas Jangkauan
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore