Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 15.05 WIB

Berkah Dapur MBG Bagi Relawan Suryati: Bisa Nyicil Utang ke Rentenir Hingga Ingin Berangkat Umroh

Suryati, relawan bagian pemorsian di Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Koja 1, Jakarta Utara/(Dimas Choirul/Jawapos.com). - Image

Suryati, relawan bagian pemorsian di Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Koja 1, Jakarta Utara/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com — Di sebuah ruang dapur sederhana di Koja, Jakarta Utara, nasi hangat dan lauk pauk tersusun rapi dalam kotak makan berbahan baja. Lampu neon putih menerangi wajah-wajah yang sibuk menata porsi. Di tengah deru kesibukan itu, berdiri seorang perempuan berusia 54 tahun dengan tatapan teduh meski rasa lelah tak bisa disembunyikan.

Namanya Suryati, relawan bagian pemorsian di Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Koja 1, Jakarta Utara. "Dari bulan Februari 2025 (kerja di dapur ini), Pak," ujarnya saat ditemui Jawapos.com, Rabu (1/10).

Sebelum dapur SPPG Koja 1 hadir, Suryati hanya mengandalkan usaha kecil-kecilan. Ia pernah berjualan, sempat ikut katering, bahkan mencoba bertahan dengan membuka warung. Namun, usahanya tak pernah menguntungkan. Tidak ada lagi modal yang bisa diputar. “Makanya dengan adanya MBG ini, alhamdulillah sekali bisa kebantu buat anak-anak sekolah,” tuturnya.

Suryati adalah seorang ibu dari empat anak. Suaminya sudah meninggal 14 tahun lalu. Sejak itu, Ia berjuang untuk membesarkan anak-anaknya hingga sekarang.

Hidup tanpa pasangan membuatnya kerap terhimpit kebutuhan. Utang pun pernah menjadi satu-satunya jalan untuk terus bertahan hidup. "Utang ke rentenir," katanya. Ia juga pernah terjerat pinjaman online (Pinjol), dan bersyukur kini sudah lunas. Namun cicilan ke rentenir masih sisa Rp1 juta. “Dengan kerja di sini (SPPG Koja 1) saya sedikit-sedikit utang saya cicilin,” tambahnya.

Bekerja di dapur SPPG Koja 1 memberinya penghasilan Rp120 ribu per hari. Di mana pencairan dilakukan setiap dua minggu sekali. Meski jumlah itu tak besar, tapi cukup untuk menggerakkan roda kehidupan: bisa makan, bisa meyekolahkan anak, bisa perlahan melunasi utang. “Ya, cukup lah. Dicukup-cukupin aja, alhamdulillah,” ujarnya.

Tak hanya untuk dirinya, Suryati juga melihat dapur SPPG sebagai cahaya bagi banyak perempuan lain yang bernasib serupa. “Bagi kita yang tidak punya suami, ya. Terus untuk teman-teman juga yang suaminya di PHK, alhamdulillah bisa kebantu,” katanya.

Sejumlah petugas Catering tengah menyiapkan makanan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Koja 1, Jakarta Utara. (Foto: Dimas Choirul/JawaPos.com)

Menurut Suryati, dapur SPPG bukan sekadar tempat kerja, tapi ruang penyelamat untuk mengubah hidup. Harapannya besar: Ia ingin anak terakhirnya bisa kuliah jika program MBG berlanjut. Lebih dari itu, terselip doa yang lama ia pendam. “InsyaAllah saya ingin berangkat umrah. InsyaAllah, InsyaAllah,” ucapnya.

Perluas Jangkauan
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

---
Caption:
Suryati, relawan bagian pemorsian di Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Koja 1, Jakarta Utara/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore